Search
Selasa 4 Agustus 2020
  • :
  • :

Apa Makna 5G Untuk Kita?

Oleh: JS Pan, General Manager, Wireless Communication System and Partnership, MediaTek

Dekade ini, 4G – dibandingkan dengan 3G dan 2G – telah menghasilkan lompatan tinggi dalam kinerja: dari 150Mbit/detik ke lebih dari 1Gbit. Dalam dekade mendatang, 5G akan menawarkan lompatan juga, tapi tidak hanya dalam bandwidth, melainkan juga dalam hal penggunaan spektrum nirkabel yang lebih baik, dan peningkatan kehandalan koneksi yang tidak hanya akan meningkatkan penggunaan yang sudah ada, tapi menyediakan fleksibilitas dan inovasi untuk berbagai aplikasi baru.

Fleksibilitas ini penting, dan menjadi bagian inti dari spesifikasi 5G, yang mencakup bandwidth ekstrim (eMBB), latensi ultra-rendah dan kabel (URLLC) dan ruang untuk miliaran koneksi (mMTVC), menyediakan potensi untuk berbagai aplikasi dan layanan baru guna perkembangan tanpa harus memikirkan batasan-batasan. Antusiasme ini bukannya tanpa alas an, karena sekarang kita memiliki banyak layanan yang tersedia pertama kali di mobile, yang tidak ada sebelum munculnya smartphone 4G. Dengan semakin banyaknya smartphone dan utilitas, bisa dipastikan 5G akan mendorong berbagai layanan, pengalaman dan investasi baru dan inovatif.

Bagaimana 5G akan meningkatkan kehidupan kita dan peluang-peluang apa saja yang bisa kita harapkan?

Kota Cerdas
Membangun kota yang lebih cerdas bisa menyediakan berbagai manfaat, tapi dibangun di atas ‘kecerdasan operasional’, yaitu layanan-layanan yang bereaksi terhadap kejadian nyata, bukan reaksi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Sensor dan kamera menjadi bagian utama pengumpulan data, dan kemudian konektivitas selular seperti NB-IoT akan menyampaikannya ke sebuah layanan cloud untuk koleksi dan proses. Ini hanyalah sebagian dari miliaran perangkat yang diharapkan akan bergabung dengan ekosistem IoT di dekade berikutnya; sebagian akan melakukan proses di dalam perangkat, tapi sebagian besar akan membutuhkan kapasitas koneksi jarak jauh yang akan bergantung pada selular, bukan pada pita frekuensi tidak berlisensi. NB-IoT sudah menjadi jaringan LPWA (low-power wide area) yang paling popular dalam dua tahun mendatang, yang menggunakan spektrum selular 2G di negara-negara yang sudah memberhentikan layanan 2G, atau bisa menggunakan ruang antar-frekuensi dari 4G LTE.

Mengganti pita lebar rumah kita dengan Fixed Wireless Access (FWA)
Sebuah peluang pasar yang besar untuk 5G bahkan bukan di perangkat mobile, tapi untuk menyediakan pengganti pita lebar di rumah. Dengan istilah Fixed Wireless Access (FWA), yatu sebuah perangkat yang kita taruh di rumah dan mengubah koneksi 5G yang cepat menjadi Wi-Fi/Ethernet, memungkinkan perangkat Wi-Fi – laptop, tablet, televisi cerdas, peralatan cerdas, bel pintu, kamera keamanan, konsol game – memanfaatkan bandwidth multi-Gigabit yang ditawarkan 5G. Tidak perlu lagi pengkabelan tembaga ke fiber, yang akan menghemat biaya infrastruktur secara siginifikan, dan juga membebaskan kita untuk meletakkan router 5G di mana saja, tanpa harus bergantung pada lokasi kabel.

Karena sebagian besar pengguna pita lebar sekarang berada dalam kecepatan sub-Gigabit, 5G akan menyediakan lompatan yang sangat signifikan dalam kinerja internet di rumah. Untuk daerah-daerah terpencil atau negara-negara berkembang dengan layanan internet minim atau menghadapi kesulitan dalam pengkabelan, 5G bisa menjadi gerbang ke ketersediaan internet untuk pertama kali.

Internet of Vehicles (IoV), Hiburan dan Otonomi dalam Kendaraan
IoV mencakup banyak aspek konektivitas kendaraan, pribadi atau komersil. Sebagian kendaraan sekarang memiliki koneksi selular, tapi masih terbatas pada aplikasi dasar seperti pemetaan, music atau panggilan darurat. Di masa depan diharapkan layanan-layanan baru akan muncul, seperti hiburan dalam kendaraan (film 4K, televisi, music, internet, penjualan tiket dan periklanan di kendaraan umum), atau tingkat otonomi yang semakin tinggi. Wi-Fi umum biasanya lambat dan terkotak-kotak, namun bisa menjadi asset penting bagi pelancong atau pengguna Wi-Fi di laptop, jadi layanan ini pastinya memiliki potensi pertumbuhan. Dengan kendaraan-kendaraan yang sekarang bersaing untuk ruang selular dengan smartphone, efisiensi spektrum 5G yang lebih baik akan menyediakan kapasitas untuk pertumbuhan ini.
Mobil swa-kendara akan membutuhkan konektivitas ultra-handal latensi-rendah (yang belum akan tersedia di tahun-tahun awal 5G) dan standar-standar V2X (vehicle to everything) yang sekarang masih hanya dalam tahap diskusi.

Wilayah-wilayah yang tadinya memiliki permintaan selular yang rendah, seperti jalan tol, sekarang memiliki ratusan permintaan akan layanan informasi dengan bandwidth tinggi, dan nantinya akan memiliki permintaan kritis dengan latensi-rendah.

Streaming Game (Gaming as a Service)
5G dirancang untuk bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan aplikasi, seperti bandwidth sangat besar, latensi ultra-rendah, atau konektivitas masif. Bermain game di smartphone menjadi semakin populer, dengan game-game seperti Fortnite yang meledak di dunia internasional. Namun, alih-alih melakukan render game di smartphone, layanan streaming game bisa melakukan proses dari jarak jauh dan cukup mengirim tampilan ke layar perangkat saja. Ini mengurangi beban di smartphone, dan sekaligus memungkinkan smartphone dengan kinerja yang relatif lebih rendah, atau bahkan perangkat-perangkat lain seperti televisi cerdas, bisa memainkan game dengan grafis ultra-tinggi. Ini juga bisa menawarkan keunggulan seperti mampu menjeda permain di satu perangkat dan langsung memainkannya di perangkat lain.

Karena game sangat sensitif terhadap latensi – tombol yang ditekan pengguna harus menjadi sebuah aksi di smartphone dalam waktu milidetik – memiliki kemampuan untuk mengatur koneksi nirkabel sesuai dengan kebutuhan game yang ultra-responsif merupakan hal yang sangat penting, alias game changer. Banyak investasi besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan seperti Google, EA, Microsoft dan Sony, yang menjadi bukti bahwa teknologi ini menjadi titik penting.

Kehandalan koneksi yang lebih baik
Merujuk semakin dalam ke spesifikasi 5G, kesimpulannya adalah efisiensi spektrum yang jauh lebih baik. Ini artinya ruang nirkabel digunakan lebih baik. Jika kita berada di luar rumah dan ada banyak orang (dengan smartphone masing-masing) seperti mal, bandara, stasiun KA, stadion olah raga, ini merupakan keunggulan nyata. Misalnya: sebuah pertandingan selesai babak pertama atau kedua, membuat orang-orang di stadion membuka smartphone mereka untuk memerika hasil pertandingan, ini akan memberikan beban mendadak yang luar biasa bagi infrastruktur selular. 5G dirancang untuk menyediakan kapasitas ini melalui penggunaan ruang-udara nirkabel yang lebih baik, sehingga semua orang tidak akan merasakan ada perbedaan dalam pengalaman selular mereka.

Perangkat-perangkat dan BTS 5G bekerja bersama untuk menyediakan kinerja yang ‘cukup baik’ semakin dekat kita ke pinggir cakupan selular, sehingga kita akan tetap mendapatkan kinerja dalam ukuran 100an Mbps dan bukannya Kbps.

Pertumbuhan interaksi jarak jauh dan XR
Model layanan jarak jauh merupakan potensi bagi layanan-layanan seperti pendidikan jarak jauh, kantor jarak jauh, industri jarak jauh atau layanan kesehatan jarak jauh. Pendidikan jarak jauh bisa menghadirkan berbagai peluang interaksi antara murid dan guru. Kantor dan industri bisa mendekatkan pekerja jarak jauh untuk memupuk hubungan kerja yang lebih erat, efisiensi operasional dan kepastian kerja. Kesehatan jarak jauh menyediakan berbagai aplikasi seperti menyediakan layanan kesehatan bagi pasien di rumah yang akan mengurangi beban di rumah sakit, atau menyediakan tulang punggung koneksi yang penting untuk pembedahan jarak jauh, dengan spesialis yang mengoperasikan tangan-tangan robotik sementara berada di kota atau bahkan negara lain.

XR merupakan deskripsi evolusi VR, MR, dan AR; sebuah model realitas yang tidak terbatas hanya pada perangkat tapi akan terus menjadi peluang bagi industri-industri masa depan di atas. Layar datar akan menjadi sebuah pengalaman imersif yang semakin dekat dengan kehidupan nyata yang membebaskan pribadi. Ini artinya sebuah koneksi selular ultra-efisien dengan latensi ultra-rendah dengan bandwidth yang cukup untuk aplikasi tersebut. Rancangan 5G yang fleksibel seharusnya sesuai untuk kriteria aplikasi-spesifik ini.

Wildcard AI
Kita bahkan belum menyentuh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence – AI). Meskipun perkembangannya sangat cepat, AI masih dalam tahap awal dan kita belum tahu bagaimana AI akan mengubah lansekap produk – pengguna, komersial, industri, atau sipil. Keseimbangan antara pemrosesan AI di perangkat atau Cloud akan terus berubah seiring dengan munculnya perangkat lunak baru, ditemukannya peluang baru, dan diperkenalkannya layanan-layanan baru serta peningkatan layanan yang sudah ada. Apakah akan menjadi bagian dari smartphone konsumen, IoT komersial, atau digunakan di kota-kota cerdas, tidak ada yang tahu, tapi sepertinya semua akan membutuhkan penampungan data di sebuah layanan pusat, yang akhirnya berarti semakin banyak permintaan untuk perangkat atau throughput data di masa depan.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *