MAJALAH ICT – Jakarta. Apple dipercaya akan merilis iPhone baru berlayar 4 inchi tahun depan. iPhone A9 ini dipercaya akan menyerupai pembaharuan iPhone 5s dan peluncuran diprediksi akan dilakukan pada awal 2016.
Memang diketahui, model baru iPhone mungkin tidak menghasilkan penjualan besar, tapi Apple masih memiliki alasan yang baik untuk memulai ini. Ada beberapa alasan, salah satunya adalah permintaan untuk smartphone 4 inci yang diperkirakan akan mencapai 8-9% dari total pengiriman iPhone di 2016.
Seperti disampaikan analis KGI Securities, Ming-Chi Kuo, ponsel iPhone baru ini akan menembus pasar negara berkembang dan konsumen pada anggaran yang lebih kecil. "Ponsel ini akan mengadopsi NFC dan akan mendukung ekosistem Apple Pay," katanya. Kuo mengharapkan iPhone baru 4-inchi dengan chip A9 diproduksi oleh TSMC dan Samsung.
Ditambahkannya, ponsel akan menggunakan casing logam dengan setidaknya dua sampai tiga pilihan warna, dan spesifikasi kamera identik dengan 5s iPhone. Kuo memperkirakan bahwa pengiriman penuh iPhone baru ini akan mencapai 20 juta unit, dengan produksi dimulai pada kuartal pertama 2016. "Catatan penelitian mengatakan baru iPhone 4 inchibisa dijual dengan harga antara 400-500 dolar AS, yang akan menjadi 149-249 dolar AS lebih murah daripada iPhone 6s dengan storage 16 GB.
Analis juga menegaskan kembali bahwa iPhone 6s mungkin tidak terjual lebih banyak dari iPhone 6, dengan kemungkinan 30% penurunan. Kuo percaya baru iPhone 4 inchi bisa membantu penurunan pasokan.
"Baru-baru ini pesanan iPhone 6s melambat dan kami prediksi bahwa model ini mungkin tidak menjual lebih banyak dari iPhone 6, namun berpotensi menghasilkan rantai pasokan kembali ke siklus normal mulai kuartal pertama 2016, dengan pengiriman menurun 30-40% secara kuartal ke kuartal.," katanya.
Kuo menambahkan 7 iPhone akan memasuki produksi massal pada kuartal kedua tahun fiskal 2016. iPhone mungkin tidak mengkatalisis pengiriman, namun dapat membantu mengurangi perlambatan pemasok dan dampak negatif pada kinerja saham. Hal ini akan juga pada gilirannya meningkatkan kesadaran investor dari rantai pasokan Apple.


















