Search
Minggu 14 Juli 2024
  • :
  • :

ASSA Perkuat ASL Kembangkan Digitalisasi Jual Beli Kendaraan Bekas

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Adi Sarana Armada Tbk (“ASSA”) emiten yang bergerak di bidang mobilitas logistik dan penunjangnya, memperkuat digitalisasi jual beli kendaraan bekas melalui anak usahanya PT Autopedia Sukses Lestari (ASL) dengan mengembangkan aplikasi digital JBA Indonesia (Balai Lelang Otomotif), Caroline.id (Jual Beli Mobil dan Test Drive Gratis), Cartalog (Jual Beli Mobil dan Pricing Engine) yang bisa diunduh dari Google Play Store dan Apple App Store. Dalam rangka membantu mengembangkan usaha, baru-baru ini ASSA memberikan pinjaman dana sebesar Rp225 miliar kepada ASL.

Jany Candra selaku Direktur ASSA mengungkapkan, “seiring dengan peningkatan tren transformasi digital, kami percaya pengembangan digitalisasi jual beli kendaraan diperlukan dalam memenuhi kebutuhan konsumen untuk melakukan pembelian mobil bekas secara online. Menangkap peluang tersebut, kami mendukung salah satu anak usaha dibidang jual beli kendaraan bekas yaitu PT Autopedia Sukses Lestari (ASL) yang dulunya bernama PT Adi Sarana Lelang. Diharapkan dengan adanya dukungan secara finansial dari ASSA dapat mendorong perkembangan operasional ASL dalam memperkuat transformasi digital di sektor otomotif.”

ASSA menilai tren transformasi digital memberikan peluang dalam memenuhi permintaan konsumen yang meningkat selama pandemi dengan kemudahan transaksi secara online sehingga konsumen mendapatkan pengalaman yang lebih baik. Untuk itu, ASSA terus memperkuat ASL dalam menciptakan dan mengembangkan inovasi teknologi digital berbasis aplikasi di sektor jual beli kendaraan bekas. Dimana sejak tahun 2019, telah dikembangkan aplikasi JBA Indonesia yang merupakan sistem lelang online untuk menarik lebih banyak peserta yang turut serta dalam pelelangan di masa pandemi. ASL juga mengembangkan teknologi automotive marketplace Caroline.id yang dapat mempermudah penggunaan untuk melakukan jual beli mobil bekas dan aplikasi Cartalog untuk memberikan pengguna patokan harga yang transparan sebelum melakukan transaksi.

Lebih lanjut Jany menjelaskan, pemberian pinjaman dana kepada ASL ditujukan untuk mendukung operasional dan pengembangan perusahaan. Pemberian pinjaman dinilai menjadi pilihan terbaik, dibandingkan melakukan pinjaman melalui bank yang memerlukan aset sebagai jaminan. Pengembangan digitalisasi dan pemberian dana pinjaman merupakan langkah strategis ASSA dalam rangka menciptakan ekosistem otomotif di Indonesia yang berbasis digital.

Sementara itu, hingga Kuartal III-2021 ASSA mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,5 triliun dan laba bersih sebesar Rp69,4 miliar. Tercatat, dari lini bisnis lelang mengalami pertumbuhan sebesar 3,4%, dimana ASSA berhasil menjual sekitar 75.000 kendaraan melalui lelang.

“Diharapkan melalui pemberian pinjaman dana tersebut ASL dapat lebih berkembang dan semakin memberikan kontribusi positif terhadap ASSA ke depan, dan memperkuat transformasi ASSA menuju tech-based business di era disrupsi digital saat ini,” tutup Jany.