Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

Australia Sudah Dapatkan Semua Enkripsi Percakapan Pengguna Indosat dan Telkomsel

MAJALAH ICT – Jakarta. Isu penyadapan yang mengemuka November-Desember tahun lalu, kini makin benderang. Terutama, soal keterlibatan operator dalam proses penyadapan yang dilakukan Australian Signal Directorate (ASD). Dari dokumen terbaru, disebutkan ASD telah mendapatkan semua enkripsi data percakapan dan pengguna di Indosat dan Telkomsel.

Dapat diaksesnya semua enkripsi dikedua operator tersebut, membuat Australia leluasa untuk menyadap percakapan para pejabat tinggi Indonesia, seperti Presiden dan Wapres saat kasus ini disadap di 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wapres Jusuf Kalla. Ibu Negara Ani Yudhoyono pun tidak bisa menghindar dari uapaya penyadapan.

Dari dokumen yang diungkap dari koran New York Times soal bocoran dokumen rahasia dari Edward Snowden, pada tahun 2013, ASD mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya. Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi yang dilakukan Telkomsel.

Informasi mutakhir ini tentu mengejutkan. Apalagi beberapa waktu lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan bahwa tidak ada penyadapan yang terjadi melalui operator telekomunikasi di Indonesia. Sehingga, janji menghukum operator yang terbukti menjual atau membocorkan data-data ke pihak asing, tidak jelas akhirnya. 

Pernyataan aman secara sepihak, tentunya tidak dapat diterima. Hal ini yang dikiritis Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) melalui Sekjen IDTUG Muhammad Jumadi. Menurut Jumadi, adalah tidak fair jika operator harus menilai diri sendiri mengenai aman atau tidaknya jaringan terhadap penyadapan. "Kalau yang bilang dirinya sendiri ya pasti bilang aman," kritik Jumadi. Ditambahkan, dengan klaim tersebut tidak menjawab persoalan yang terjadi, adanya penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri di 2009 lalu. "Kalau begitu kok terus bisa terjadi penyadapan. Mau mengatakan penyadapan terjadi di tempat berantah yang di luar operator?" sesal Jumadi.