Search
Minggu 18 Januari 2026
  • :
  • :

Awasi IT KPU, Waspadai Parpol Bermain Gelembungkan Data

MAJALAH ICT – JAkarta. Hari ini masyarakat Indonesia berbondong-bondong memberikan hak suaranya dalam Pemilu meilih Anggoat DPR, DPRD dan juga DPD. Setelah pencoblosan selesai, dilanjutkan dengan penghitungan suara. Dan setelah itu, merupakan masa yang kritis penghitungan suara nasional menggunakan teknolgo informasi. Penghitungan nasional ini perlu diawasi dan dijaga.

Demikian dikatakan Diretur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi, yang telah memantau TI KPU sejak Pemilu 2004. "Ini masa krusial, baik akibat permainan internal maupun serangan dari eksternal. Perlu diawasi dan dijaga teknologi informasi yang dipakai KPU ini," tandas Heru.

Menurut Heru, dalam ingatannya, di 2004 perlu terjadi lonjakan data tiba-tiba yang kemudian akhirnya dapat diketahui adanya serangan dari luar yang didukung kesalahan pengisian dari dalam KPU. "Itu hal bagi publik tidak bisa diterima. Belum lagi kemudian IT KPU diserag hacker dan nama partai-partai diganti jadi Partai Kolor Ijo, Partai Jambu dan sebagainya," terangnya.

Dan Pemilu 2014 ini, kata Heru, juga lebih rawan. Partai-partai bersiap persoalan penghitungan akan dijadikan alasan menolak hasil KPU. "Meski penghitungan utama adalah berdasar manual, dari penggunaan teknolog informasi tidak bisa diabaikan. Dan kesalahan memasukkan angka nol saja, dari 100 ribu jadi 1 juta, dampaknya tentu berbeda.