MAJALAH ICT – Jakarta. Hari ini (3/11) pemerintah akan meluncurkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan pembayaran nontunai melalui nomor telepon seluler sebagai nomor rekening penerima. Ini artinya, ada dua perubahan yang dilakukan, pertama adalah mengubah tunai menjadi non tunai dan, kedua, menggunakan media ponsel untuk penyaluran bantuan.
Metode baru ini, KKS akan menjangkau 17,2 juta keluarga, KIP menjangkau 24 juta siswa, dan KIS 88,1 juta orang. Dari hasil uji coba, penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang kini berubah menjadi KKS dengan perluasan penerima bantuan menunjukkan bisa berjalan lancar. Walaupun, ada penerima bantuan yang merasa sulit mengaktifkan mobile money yang ada di ponsel. "Sehingga ke depan, penyedia layanan telepon seluler yang akan mengaktifkan dan mendaftarkan nomor telepon seluler ke bank sebagai nomor rekening,” kata Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Bambang Widianto.
Dengan bantuan berbentuk non tunai, penerima lagi tidak perlu megantri. Masyarakat bisa kapan saja menguangkan dana bantuan yang tersimpan di nomor rekening mereka. Ini berbeda dengan model pemberian bantuan sebelumnya karena dana bantuan ada di kantor pos.
Yang menarik, para penerima bantuan juga mendapatkan nomor perdana telepon seluler secara gratis. Nomor telepon seluler itu sudah aktif dan teregistrasi sebagai rekening perbankan berbasis telepon seluler. Penerima bantuan yang tidak memiliki telepon seluler atau yang sama sekali tak bisa mengoperasikannya karena faktor usia juga bisa menerima bantuan sesuai prosedur. Pengguna ini dapat mengaktifkan nomor telepon dengan meminjam telepon seluler milik anak, kerabat, atau tetangga pada tanggal 1-10 setiap bulan saat bantuan ditransfer.
Setelah transfer bantuan masuk, mereka tinggal mencairkannya di agen. Penerima yang tidak bisa mengoperasikan telepon seluler bisa didampingi oleh anak atau pendamping.

















