Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Bapennas dan Intel Jalin Kerja Sama Digital Inclusion and Digital Literacy

MAJALAH ICT – Jakarta. Guna mendukung program Indonesia Broadband Plan (IBP), pemerintah melalui Bappenas menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah Intel Indonesia. Kerja sama yang tertulis Nota Kesepahaman tersebut memuat digital inclusion dan digital literacy program untuk Indonesia. Program tersebut diharapkan dapat mentransformasi Indonesia menjadi makin terkoneksi secara digital dan melek internet. Kesepakatan kedua belah pihak secara non komersial ini akan berlaku hingga 3 tahun.

Wakil Kepala Bappenas, Lukita D. Tuwo menyatakan, Bappenas selaku ketua Tim Kerja Konektivitas Komisi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) berperan sebagai koordinator pembentukan IBP bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, serta asosiasi industri yang membawa suara dari industri dan pembangunan ekonomi di Indonesia.

"Hingga saat ini, penetrasi internet Indonesia masih di angka 4% yang ditargetkan menjadi 30% di tahun 2014. Internet bersama dengan kebijakan ekonomi dan pembangunan sosial yang strategis, merupakan sebuah katalisator menuju transformasi. Kemampuannya untuk menghubungkan antar individu atau ke berbagai informasi vital lainnya membuat internet dapat menciptakan banyak kesempatan baik sosial dan ekonomi yang positif bagi komunitas, bisnis, sekolah, rumah sakit, dan juga keluarga," kata Lukita D. Tuwo yang juga Ketua Tim Kerja Konektivitas KP3E.

Menurut Lukita, Internet memiliki dampak sosio-ekonomi yang signifikan saat diintegerasikan dengan strategi pembangunan nasional secara holistik, termasuk dapat meningkatkan Pendapatan Nasional Bruto Negara.

Bank Dunia melaporkan bahwa tiap penambahan peneterasi internet sebanyak 10% dapat memicu kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,38% di Negara dengan pendapatan menegah kebawah. "Kami menyambut baik adanya perjanjian kerjasama non-komersial yang mempromosikan kerjasama publik dan privat antara Bappenas dengan sektor publik. Pengalaman Intel dalam membantu pemerintah dari berbagai negara diharapkan menambah pengetahuan Bappenas dan kementrian lainnya untuk memfinalisasi rencana penting ini. Sebagai ketua Tim Kerja Konektivitas KP3EI, kami berharap IBP dapat menjadi salah satu basis Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) selama 30 tahun ke depan," katanya.

Sementara itu, Intel menyambut baik kesempatan untuk turut serta berkontribusi terhadap pembangunan masa depan Indonesia, mengingat teknologi memainkan peran penting untuk dapat membangun bangsa, dan internet merupakan pondasi yang akan memastikan pembangunan teknologi.

"Kami melihat kerjasama non-komersial antara sektor publik dan privat tentang pembangunan serta implementasi peraturan internet ini sebagai sebuah langkah untuk berkontribusi bagi pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia 30 tahun ke depa," kata John Davies, Vice President of World Ahead Program group.

Menurutnya, Program World Ahead dari Intel memfokuskan diri pada transformasi pendidikan serta pembangunan program internet nasional di seluruh dunia. Intel telah aktif bekerjasama dengan negara-negara untuk berbagi cara terbaik, pakar, serta program-program untuk membantu negara untuk mencapai rencana internet nasionalnya serta menerapkannya.

Indonesia diproyeksikan akan berkembang menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-7 pada tahun 2030. Oleh karenanya, konektivitas melalui teknologi dan internet sangat penting untuk meningkatkan kemampuan sosial dan ekonomi.