Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

BBM Lintas Platform Membuat Ponsel BlackBerry Mulai Ditinggalkan

MAJALAH ICT – Jakarta. Dua hari terakhir ini, tentu Pembaca menerima beberapa pengumuman atau pesan broadcast dari teman maupun kerabat yang memberi tahu bahwa PIN BBM nya berubah atau juga di status BBM nya disebutkan untuk mengganti PIN lama ke PIN yang baru. Ya, satu per satu pengguna BlackBerry kini beralih ke ponsel lain meski tetap menggunakan BBM. 

Sebagaimana diketahui, setelah dinanti-nanti, akhirnya BlackBerry Messenger (BBM) untuk platfrom Android dan iOS resmi meluncur. Aplikasi BBM sudah dapat ditemukan di Google Play, The Apps Store dan Samsung Apps Store. Menurut Blackberry, saat ini sudah ada 6 juta pengguna yang terdaftar dan berkeinginan untuk menggunakan BBM. Hal itu diketahui berdasar email registrasi ke bbm.com yang disyaratkan BlackBerry untuk mendapatkan perkembangan terkini mengenai BBM yang awalnya akan diluncurkan September lalu, yang karena banyaknya penggunaan aplikasi yang tidak resmi membuat sistem BlackBerry kewalahan.

Salah satu negara yang membuat BlackBerry kewalahan adalah Indonesia. Harap maklum, pengguna BlackBerry Indonesia merupakan yang terbesar se Asia Pasifik. Selama ini mereka jadi pengguna BlackBerry setia, sampai kemudian kualitas layanan BlackBerry sering masalah, tanpa ada kejelasan mengapa dan akan sampai kapan BBM yang sering jatuh atau pending lama terselesaikan dan membuat mereka nyaman. Dengan sistem BlackBerry Internet Service (BIS) semua akses pertukaran lalu lintas data terjadi bukan di operator melainkan dibawa ke data center Blackberry di Waterloo, Kanada.

Tambah lagi dengan ponsel BB versi 10, dari Z10, Q10 hingga Q5 dan A30, tidak sesuai harapan pengguna untuk mengganti ponsel dibanding daya tarik iPhone, Samsung maupun ponsel lain yang ramai menghiassi tanah air seperti OPPO, HTC serta Nokia. Dan ketika BlackBerry mengumumkan BBM akan bersifat terbuka dan lintas platform, tentu ini disambut gembira.

Pengguna Indonesia kini bisa lepas dari kungkungan BlackBerry dan secara bebas bisa menggantinya dengan ponsel merk lain. Tidak takut komunikasi BBM terputus? Dengan BBM lintas platform yang terbuka, pengguna tentunya dapat menjalankan aplikasi BBM dari produk apapun, meski saat ini BBM Windows belum diluncurkan, namun nampaknya hanya tinggal menunggu waktu.

Dari kondisi ini, wajar jika nanti ada ungkapan "Pakai BBM nya, Ganti Ponsel nya" bagi pengguna BBM di tanah air. Dan jutaan pengguna Android dan iOS Indonesia mulai hari ini akan mulai menyuarakan hal itu, setidaknya di dalam hati. Dan kenapa tetap pakai BBM? BBM ibarat selera asal, dimana sebagian besar orang Indonesia yang akrab dengan ponsel pintar menggunakan BBM sebagai aplikasi messanger pertama secara masih meski saat itu sudah ada Yahoo Messenger dan lainnya, termasuk berhasil menggusur penggunaan SMS.