Search
Kamis 21 November 2019
  • :
  • :

Begini Mengelola Resiko Kredit Ditengah Maraknya Digitalisasi Layanan Keuangan

MAJALAH ICT – Jakarta. Transformasi digital dan revolusi industri 4.0 akan meningkatkan efisiensi dan percepatan proses bisnis. Sebagai bagian tak terpisahkan dari infrastruktur sistem keuangan, sistem pelaporan kredit di beberapa negara saat ini pun mulai memasuki era baru dengan memodernisasi proses dan memperhatikan perkembangan model bisnis terkini dalam memberikan layanan dan pengambilan kebijakan terkait. Hal tersebut terungkap pada acara “Asia Credit Reporting Forum 2019 – PEFINDO Credit Bureau” yang diselenggarakan oleh PEFINDO Biro Kredit.

“Forum ini kami selenggarakan dengan mengundang delegasi dan pembicara dari Asia Credit Reporting Network (ACRN) dan beberapa negara di Asia untuk saling bertukar informasi terkini mengenai sistem pelaporan data kredit, teknologi dan regulasi. Lebih jauh, forum ini juga dimaksudkan untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya peran informasi perkreditan dalam mengurangi informasi asimetris dan pengelolaan risiko kredit terlebih dalam kondisi saat ini ditengah maraknya digitalisasi layanan keuangan dan berlimpahnya data” ujar Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit di sela-sela acara forum internasional tersebut yang dihadiri oleh delegasi anggota Asia Credit Reporting Network (ACRN), perwakilan bank sentral, otoritas dan pelaku industri keuangan dari 8 negara Asia.

Pertumbuhan ekonomi kedepan memberi peluang bagi sistem laporan perkreditan untuk lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan industri dan jangkauan penggunanya. “Era ekonomi digital yang disruptif mau tidak mau harus diantisipasi oleh pengelola laporan perkreditan dengan memanfaatkan kemampuan dan kekayaan data yang dimiliki guna menyediakan berbagai informasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar dengan kualitas mumpuni” tambah Abimanyu.

Di satu sisi kehadiran beragam data baru dengan frekuensi yang tinggi dapat dimanfaatkan untuk melengkapi informasi debitur, namun di sisi lain dibutuhkan juga kerjasama antar pelaku industri keuangan dan stakeholders lainnya untuk saling berbagi data sehingga laporan perkreditan yang disajikan dapat benar benar komprehensif dan akurat serta dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemanfaatan data secara optimal saat ini telah menjadi unsur vital yang memberikan manfaat luar biasa bagi kemajuan bisnis melalui efisiensi dan pemanfaatan potensi guna mempercepat pertumbuhan usaha. ”Sebagai salah satu pengelola informasi perkreditan, kami mendorong industri keuangan untuk mamanfaatkan informasi perkreditan secara optimal guna menjaga kualitas kredit pada tingkat yang diinginkan, mengurangi NPL serta mengejar pertumbuhan bisnis,” demikian pungkas Abimanyu.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *