Search
Jumat 19 April 2024
  • :
  • :

Beredar Cara Blokir Nomor Seluler Penipu

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengguna ponsel diresahkan oleh hadirnya sejumlah SMS penipuan yang dikiriman dari nomor panjang (bukan short code) operator telekomunikasi.

"Ini sangat meresahkan, karena tidak semua pengguna ponsel berlatar belakang pendidikan tinggi, sehingga masyarakat di pedesaan yang berpendidikan rendah bisa jadi tertipu," ujar Sekjen Indonesia Telecommunication User Group Muhammad Jumadi.

Apalagi, berdasarkan data dari Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), 80% pengguna ponsel merupakan masyarakat menengah ke bawah yang berpendidikan rendah atau anak sekolah.

SMS penipuan itu biasanya berupa informasi pemenang kuis, SMS yang pura-pura nyasar tentang transfer uang, minta pulsa dengan kalimat genit, rayuan agar penerima menelon ke premium call, dan lainnya.

Terkait dengan maraknya SMS penipuan tersebut, dalam dua minggu terakhir, muncul pesan di BlackBerry Messenger broadcast mengenai cara memblokir nomor ponsel pelaku SMS penipuan dari berbagai operator telekomunikasi.

Untuk nomor Telkomsel, dipaparkan cara memblokirnya dengan mengirim SMS penipuan#nomor penipu#isi SMS penipuan dan dikirim ke 1166. Untuk nomor XL cara melaporkannya adalah dengan mengirim SMS Lapor#Nomor penipu#isi SMS penipuan dan dikirim ke 588.

Untuk nomor penipu dari nomor Indosat, format SMS laporannya adalah SMS#nomor penipu#isi SMS penipuan dikirim ke 726. Dalam BBM broadcast itu diungkapkan jika sudah ada lebih dari 2 orang yang melaporkan SMS penipuan, maka nomor tersebut segera diblokir secara permanen oleh operator yang bersangkutan.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S. Dewa Broto, BBM broadcast blokir no ponsel penipu adalah hoax. Namun, menurut Head of Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati, cara blokir nomor penipu yang beredar di social media dan BBM adalah benar.

Munculnya layanan blokir no penipu mengundang kekhawatiran setiap orang bisa seenaknya memblokir nomor orang lain. "Kan ada validasinya," tutur Adita.