Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Besok BRTI akan Mulai Mediasi Soal Iklan Serobot

MAJALAH iCT – Jakarta. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Selasa besok (14/10/2014) akan memulai mediasi soal intrusive ads atau iklan serobot yang dikeluhkan beberapa penyedia konten dan aplikasi. Demikian disampaikan Anggota BRTI Nonot Harsono saat Sarasehan "Manajemen Spektrum Frekuensi" di Wisma Antara, Jakarta.

Menurut Nonot, memang antara operator telekomunikasi dan penyedian konten atau aplikasi memiliki cara pandang yang berbeda mengenai iklan yang muncul di situs-situs penyedia konten. "Kalau intrusive ads itu kan bahasa penyedia konten, yang merasa kontennya dirusak. Namun, bagi operator mereka menganggap jaringan-jaringan mereka sendiri, jadi memasukkan unsur seperti iklan boleh-boleh saja," jelasnya.

Karena perbedaan pendapat itulah, BRTI akan memediasi dua belah pihak. "Kita akan mediasi besok Jam 10:00," ujar Nonot.

Sementara itu, sebelumnya, menindaklanjuti saran dari Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, saat masih menjabat September lalu, agar soal intrusive ads pihak Telkomsel dan XL dilaporkan saja ke polisi, Asosiasi Digital Indonesia (IDA) menyambutnya. Menurut Ketua Umum IDA, Edi Taslim,

"Kita menindaklajuti dari ucapannya Menkominfo, Pak Tifatul, yang kemarin sempat bilang akan melaporkan ke polisi. Jadi, kita menimbang opsi itu," kata Edi. Namun begitu, lanjutnya, opsi jalur hukum itu akan menjadi yang terakhir. Meski, iklan serobot sendiri telah muncul sejak pertengahan tahun 2013 dan IDA bersama idEA telah mengirimkan surat kepada kedua operator tersebut.

Ditandaskan Edi, pihaknya bersama dengan asosiasi lainnya atau situs-situs yang menjadi korban dari iklan serobot, siap untuk duduk bersama membicarakan hal ini dengan kedua operator tersebut. "Intinya ini harus berhenti. Pihak Telkomsel dan XL bertemu dengan kita semua. Jangan diam saja," lanjutnya.

Edi menanti pula rencana adanya pertemuan antara Menkominfo, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yang direncanakan akan dilakukan beberapa minggu ke depan. "Mudah-mudahan setelah dipertemukan dengan Kominfo, BRTI, dan KPPU bisa selesai. Kita akan berjuang terus, sampai keadilan ditegakkan," harapnya.