Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Biaya Interkoneksi Harus dapat Digunakan untuk Membangun Jaringan dan Jaga Kualitas

MAJALAH ICT – Jakarta. Biaya interkoneksi sejatinya hanya cost recovery, yang pada praktiknya digunakan operator untuk bisa terus membangun jaringan dem menjaga kualitas layanannya. Demikian dikatakan Fahmy Radhi, pengamat ekonomi dan bisnis dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Menurutnya, jika cost recovery itu dibayarkan tidak sesuai dengan biaya yang sebenarnya, lanjut Fahmi, otomatis kemampuan operator tersebut untuk membangun dan menjaga kualitas layanannya akan berkurang. "Artinya pelanggan juga yang akan dirugikan," ujar Fahmi.

Karena itu, Fahmi menandaskan bahwa penurunan biaya interkoneksi harus mengacu pada hakikat biaya interkoneksi yang berbasis biaya, yakni biaya yang dikeluarkan operator untuk membangun dan menjaga kualitas layanannya. Namun, elastisitas penurunan harga ditentukan oleh masing-masing perusahaan telekomunikasi, mengingat pembangunan infrastruktur jaringan memang membutuhkan biaya yang besar.

Fahmi juga menambahkan, biaya interkoneksi seharusnya memang diregulasi oleh pemerintah. Namun, catatnya, regulasi itu seharusnya berlaku adil bagi semua, terutama operator telekomunikasi.