Search
Sabtu 17 Januari 2026
  • :
  • :

Bila Kunci Enkripsi Dibuka, Pengguna iPhone Gampang Dimata-Matai

MAJALAH ICT – Jakarta. FBI meminta Apple membuka kunci pada iPhone 5c pelaku penembakan San Bernardino. Saat ini, kasusnya masuk pengadilan di Amerika Serikat. Tentu akan banyak dampak bagi Apple, jika pengadilan memenangkan keinginan FBI.

Disebutkan beberapa ahli software, bilamana FBI memenangkan pengadilan dan berhasil memaksa Apple untuk membuka fitur keamanan pada iPhone 5c milik salah satu pelaku penembakan San Bernardino, maka nantinya, pemerintah akan dapat memaksa Apple untuk mengaktifkan kamera atau mikrofon pada iPhone untuk memata-matai penggunanya.

"Suatu hari nanti, mereka akan meminta Apple untuk menyalakan kamera atau mic pada ponsel pengguna. Saat ini, kami tidak bisa melakukan itu, tapi bagaimana jika kami dipaksa?" kata Senior Vice President of Internet Software and Services Eddy Cue. Ditambahkannya, hal ini seharusnya tidak terjadi karena hal tersebut dapat digunakan untuk semua hal, dari kasus perceraian, perpajakan, masalah imigrasi dan lainnya. 

Sebelumnya, FBI telah meminta Apple untuk membuat sebuah software khusus yang memungkinkan mereka untuk melewati fitur keamanan yang tertanam pada iOS, sehingga mereka dapat mencari tahu password untuk membuka kunci iPhone. Apple sendiri merasa bahwa dengan membuat software ini, mereka akan menyediakan sebuah backdoor yang dapat digunakan untuk mengakses ponsel pengguna lainnya. Meski di sisi lain, FBI tetap bersikukuh bahwa mereka memerlukan bantuan Apple untuk mendapatkan akses ke iPhone milik salah satu pelaku.