MAJALAH ICT – Jakarta. Samsung telah memutuskan untuk berinvestasi dan membangun pabrik ponsel di Viet Nam. Padahal, menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Indonesia memiliki keunggulan dibanding Viet Nam. Namun, karena Samsung sudah memutuskan Viet Nam, Indonesia diharap tidak patah hati.
Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar. Sebenarnya, kata Mahendra, dari sisi pasar dan stabilitas ekonomi, Indonesia lebih unggul dariada Vietnam. Namun menurutnya memang ada insentif fiskal yang diminta, tidak bisa dipenuhi Indonesia.
"Kita punya keunggulan baik walaupun kalau kita bisa perbaiki pelayanan dengan baik kita lakukan. Tapi kita nggak usah desperate kayak orang patah hati saja. Nggak perlu yang begitu," katanya.
Meski bangun pabrik ponsel di Viet Nam, diungkapkannya, Samsung akan melakukan ekspansi pabrik elektroniknya di Indonesia. "Kalau untuk smartphone sudah invest besar di Viet Nam, tapi yang untuk elektronik akan perbesar terus di sini," katanya.
Dijelaskannya, Samsung diketahui tidak jadi investasi di Indonesia karena insentif pajak yang ditawarkan di negara itu lebih menggiurkan. Hal yang menurutnya tidak bisa dipenuhi di Indonesia.

















