Search
Sabtu 13 Juli 2024
  • :
  • :

BlackBerry pun Akhirnya Dijual

MAJALAH ICT – Jakarta. Produsen smartphone da internet service, BlackBerry, mengumumkan bahwa perusahaan Kanada tersebut telah menandatangani sebuahletter of intent kepada Fairfax Financial Holdings Ltd. sebesar 4.7 milyar dolar AS atau sekitar Rp. 51,7 triliun. Saham BlackBerry dijual dengan harga 9 dolar AS. 

Dengan penjualan ini mengakhiri spekulasi mengenai bagaimana BlackBerry menjawab persoalan kerugian yang mendera perusahaan hingga Rp. 11 triliun miliar sebagaimana disampaikan minggu lalu, kemudian kerugian produk Z10, Q10, Q5 dan mungkin juga A30 yang terjadi tidak laku di pasar. Belum ada pengurangan tenaga kerja sebagai imbas lesunya bisnis ponsel mereka. 

Rumor penjualan BlackBerry memang sudah lama santer terdengar. Apalagi setelah Nokia telah lempar handuk dan menyerah menghadapi persaingan industri ponsel yang kian ketat. Dan Microsoft pun akhirnya membeli Nokia dengan harga tantastis, Rp. 80 triliun lebih. BlackBerry juga menghadapi persoalan berat. Produk yang tidak laku sesuai harapan serta kerugian keuangan membuat beredar rumor bahwa BlackBerry pun akan dijual.

Rumor tersebut tidak sembarangan dihembuskan. Adalah Wall Street Journal yang mengatakan bahwa penjualan perusahaan BlackBerry tampaknya sudah semakin mendakati kenyataan. Diberitakan, BlackBerry telah berdiskusi dengan beberapa pihak yang tertarik membeli sebagian maupun seluruh unit bisnis perusahaan. Diskusi tersebut terjadi setelah perusahaan mengumumkan pilihan strategis yang cukup krusial itu bagi masa depannya. BlackBerry juga telah memilih beberapa calon pembeli yang nantinya akan diikutsertakan dalam proses penjualan dan diharapkan akan selesai pada November mendatang.

Dengan begitu, artinya BlackBerry sudah menentukan pilihan strategis dari beberapa pilihan sebelumnya, apakah dijual, joint venture, atau melakukan kemitraan. Dikabarkan juga, mereka pun telah menemukan beberapa calon pembeli, termasuk Lenovo. 

Pilihan menjual BlackBerry dikarenakan derasnya desakan pemegang saham perusahaan asal Kanada tersebut. Apalagi, pasar BlackBerry kian merosot, setelah memiliki nilai pasar sampai 83 miliar dolar AS di 2008, kini hanya sekitar 5,4 miliar dolar AS. Terkait rencana penjualan, perusahaan industri keuangan di Amerika Serikat, Plan Investment Board dan Bain Capital di Canada dilaporkan tertarik mengikuti proses lelang ini.