Search
Rabu 21 Januari 2026
  • :
  • :

Blokir Vimeo, Pintu Masuk Bagi Pemerintah Blokir YouTube dan Twitter

MAJALAH ICT – Jakarta. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi mengatakan bahwa situs vimeo.com mengandung ribuan unusr pornografi, sehingga layak untuk diblokir oleh Tim Trust+. Dari penjelasan Ismail Cawidu, Kepala Informasi dan Humas Kementerian Kominfo yang baru, menggantikan Gatot S. Dewa Broto yang pindah ke kantor Menpora, pada vimeo.com ditemukan kategori-kategori atau channel-channel yang didalamnya berisi video pornografi. "Seperti "Art of Nakedness" berisi 6.195 video, "Beautiful of Nakedness" berisi 1.186 video, "Nudie Cutie" berisi 7.172 video dan lain sebagainya," terangnya.

Sepintas alasan ini menjadi masuk akal, meski di sisi lain masalah transparansi dan akuntabilitas juga menjadi faktor yang belum dapat terjawab. Sebab, masih ada kesan bahwa pemerintah tidak transparan menentukan mana situs yang bisa diblokir dan mana yang tidak. Dari beberapa kicauan, banyak yang menanyakan mengapa Vimeo diblok, kemudian YouTube tidak.

Mengingat hubungan kedekatan emosional pemerintah dengan Google, nampaknya pemerintah mengambil jalan berputar untuk bisa menutup YouTube. Karena mengandung konten pornografi yang dipastikan jauh lebih banyak, dengan kata porno, nuditas maupun berlatar belakang musik, drama Korea misalnya, YouTube akan menjadi sasaran berikutnya. Sehingga, jika Vimeo berhasil dibungkam, maka pemblokiran YouTube bisa jadi hanya soal waktu.

Sasaran berikutnya adalah Twitter. Selain banyaknya akun anonim yang berisi fitnah dan sumpah serpah yang sampai saat ini juga tidak bisa ditangani satu per satu oleh pemerintah, kehadiran pornografi juga tidak bisa dinafikan dari situs microblogging ini. Akun @sarah_ardhelia contohnya sering mempertontonkan nuditas, yang hingga saat ini belum bisa diapa-apakan pihak Kementerian.