Search
Sabtu 13 Desember 2025
  • :
  • :

‘Bom Waktu’ Sistem Operasi Android

MAJALAH ICT – Jakarta. Sistem operasi (OS) nampaknya menyimpan ‘bom waktu’ yang akan menghancurkan Android karena masalah keamanan yang kurang bagus. Apalagi, dari penelitian, dinyatakan tidak ada satupun dari perangkat Andorid yang mampu menangkal malware yang begitu banyak menyerang aplikasi ini.

Seperti penelitian yang dikeluarkan Bluebox, hampir semua perangkat Android yang beredar dalam empat tahun terakhir tak ada satu pun yang tak bisa diterobos oleh malware. Sehingga, tak ada perangkat yang terjual aman dipakai. Dan perangkatnya bukanlah sedikit, melainkan sudah sekitar 900 juta perangkat terjual, dan dari 900 juta tidak ada yang dinyatakan aman.

Menurut CTO Bluebox Jeff Forristal, aplikasi Trojan yang mampu membaca semua data dari pernagkat berbasis Android. "Termasuk Email, SMS, mengambul akun dan juga password," kata Forristal. Ditambahkan, kerentanan disebabkan karena sistem Android yang tak mampu menerapkan standar yang sama dalam memasukkan aplikasi ke dalam Google Play, sehingga lubang ini bisa dimanfaatkan oleh phak lain yang ingin mencuri data pengguna. 

Memang, Robot Hijau atau Android saat ini menunjukkan kedigdayaannya. Menurut penelitian terakhir lembaga survei Gartner, Android memiliki 74,4 persen pangsa pasar global pada kuartal pertama tahun ini. Sementara sistem operasi milik Apple, iOS, menduduki posisi dua dengan 18,2 persen. Sementara BlackBerry hanya 3,0 persen dan Microsoft dengan 2,9 persen. 1,5 persen ditempati oleh sistem operasi lainnya.

Di tingkat Asia Tenggara juga demikian, termasuk Indonesia. Hasil dari biro riset GfK Asia, pada kuartal pertama 2013 ini menunjukkan, bahwa dari 12,8 juta smartphone yang terjual di kawasan Asia Tenggara, 8,8 juta merupakan handset Android, atau 69 persen pangsa pasar mobile. Dan di Indonesia, dengan lebih dari 4,5 juta ponsel cerdas terjual, pangsa pasar Android hanya sebesar 51 persen atau sekitar 2,28 juta unit. Saingan terdekat Android adalah BlackBerry.
 
Walaupun menjadi yang terkuat di dunia, ada masalah kecil mengancam keberadaan Android. Yaitu, terlalu banyaknya notifikasi yang dikirimkan, yang bahkan secara otomatis men-download file-file updating dari aplikasi yang pernah diunduh atau menawarkan aplikasi baru. 
 
Selain menyedot data dari kuota data pengguna, notifikasi yang terllau banyak juga menggangu kenyaman pengguna Android. Apalagi, jika kemudian aplikasi langsung membuka sendiri dan mengajak pengguna menggunakan aplikasi tersebut. "Sangat menggangu, sudah seperti iklan" kata Tari pengguna Samsung Galaxy Note berbasis Android.
 
Dalam beberapa pertemuan dengan pengguna Android, yang dikeluhkan juga adalah otomatis updating. Sehingga, perlu diwaspadai apakah layanan tersebut berbayar atau tidak. Sebab, sekali mengupdate layanan berbayar, dikesempatan lain, updating akan terus menerus terjadi dan ditawarkan.