Search
Selasa 20 Januari 2026
  • :
  • :

BRTI: Kekompakan dan Kebersamaan, Kunci Penataan Frekuensi 850 MHz

MAJALAH ICT – Jakarta. Kekompakan dan kebersamaan akan menjadi  kunci penataan frekuensi 850 MHz. Demikian disampaikan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) M. Ridwan Effendi. Hal ini karena dalam rentang frekuensi tersebut, ada empat operator telekomunikasi, yaitu Telkom Flexy, Bakrie Telecom, SmartFren, dan Indosat Star One, serta juga digunakan untuk operator radio trunking.

"Kuncinya kekompakan dan kebersamaan," ujar Ridwan. Dan untungnya, ditambahkan Anggota BRTI yang sudah dua periode ini, semua bersedia, termasuk pemain trunking di pita downlink. "Penataan akan juga melibatkan swap (perpindahan) frekuensi antara Telkom dan BTEL untuk wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat, serta Telkom dan SmartFren," tambahnya.

Dijelaskan Ridwan, untuk Band B di frekuensi 850 MHz arahnya adalah ke extended GSM, dengan mengadopsi ‘mahzab’ 3GPP. Untuk guardband yang kosong, bisa dilelang karena bisa dipakai E-GSM juga. "Guardband E-GSM yang kosong akan dilelang," ungkap Ridwan. 

Sementara, untuk Band A ditegaskan Ridwan, Bakrie Telecom dan Smartfren juga harus kompak. Kalau masih menggunakan teknologi CDMA, maka untuk guardband harus diatur internal. "Koordinasi guardband nanti harus diatur internal pemenang lelang dnegan yang di kiri," jelasnya. 

Adapun dari dokumen penataan yang Majalah ICT dapatkan, beberapa hal penting dari rencana penataan ini adalah bahwa penataan akan mengadopsi teknologi netral, kemudian akan dilakukannya radio access network (RAN) yang bersifat sharing. Dari bagan rencana penataan, terlihat bahwa Telkom akan pindah berdampingan dengan Indosat. Telkom dan Indosat diketahui akan memanfaatkan frekuensi ini untuk extended GSM. Berikut ini rencana penataan frekuensi 850 MHz yang akan dilakukan pemerintah:

""