MAJALAH ICT – Jakarta. Operator telekomunikasi Bakrie Telecom (BTEL) sedang menunggu diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengkonversi utangnya. Berdasar hasil verifikasi PKPU, total utang BTEL diketahui mencapai Rp.11,3 triliun.
"Kita menunggu OJK. engajuan sudah lama dari Februari. Kita suruh tunggu saja. Kita ikuti aturan yang berlaku. Yang Rp 7 triliun itu yang PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) itu," demikian disampaikan Direktur Utama BTEL Jastiro Abi di Jakarta.
Dijelaskannya, utang yang akan dikonversi tersebut merupakan bagian dari total utangnya. Menurutnya, sebagian besar utang dikonversi jadi saham, sementara sisanya dibayar pakai cara cicil. Sementara untuk utang ke pemerintah, sekitar Rp 1,2 triliun, berbentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yakni berupa pungutan yang seharusnya dibayarkan perusahaan telekomunikasi tersebut kepada Kominfo tidak dikonversi. "Kita bayar secara bertahap," katanya.
Diketahui, para pemegang obligasi anak usaha BTEL menggugat karena ada rencana restrukturisasi utang secara sepihak. Utang perusahaan telekomunikasi itu tidak hanya berbentuk obligasi. Tuntutan PKPU ini muncul setelah salah satu vendor BTEL, PT Netwave Multi Media mengajuka,n permohoan ke pengadilan atas tagihan Rp 4,7 miliar yang belum dibayarkan BTEL.
Untung saja, Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengeluarkan putusan pada 10 November, yang memutuskan pemberian PKPU sementara kepada BTEL selama 30 hari sejak tanggal putusan. Setelah hasil verifikasi PKPU, diketahui total utang Bakrie Telecom mencapai Rp 11,3 triliun.
Jastiro menjelaskan, perseroan juga meluncurkan program aplikasi ESIAtalk. Disebutkan, ESIAtalk merupakan program yang memanfaatkan jaringan internet (VoIP). Dengan itu, masyarakat bisa melakukan percakapan singkat serta panggilan suara." Tidak hanya dengan sesama pengguna, aplikasi berbasis smartphone buatan Bakrie Telecom ini juga bisa digunakan untuk melakukan panggilan ke berbagai nomor lainnya baik dari dalam maupun luar negeri," ungkapnya. ESIAtalk sendiri diluncurkan pada April 2015. Dalam dua bulan, aplikasi ini telah memiliki lebih 200 ribu pengguna.

















