Search
Sabtu 13 April 2024
  • :
  • :

Bubble e-Commerce Terancam Kempis, IPAYMU Siapkan Senjata

MAJALAH ICT – Jakarta. IPAYMU, perusahaan lokal yang bergerak dalam jasa pembayaran online, menyatakan siap menjamin keamanan transaksi bisnis online yang kini sedang tumbuh pesat.

Kesiapan ini untuk menjawab keraguan dan kekhawatiran publik terhadap pecahnya gelembung bisnis (e-commerce) di Indonesia, sekaligus menangkap peluang potensi bisnis online.

Riyeke Ustadiyanto, pendiri sekaligus pemilik IPAYMU, menilai potensi bisnis e-commerce di Indonesia masih cukup terbuka luas.

Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, pasar e-commerce di Indonesia pada tahun 2013 ini diperkirakan mencapai Rp 130 triliun, tumbuh hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 69 triliun.

IdEA, Asosiasi E-Commerce Indonesia dengan mengutip penelitian Daily Social memperkirakan ukuran pasar e-commerce Indonesia antara US$0,6 juta hingga US$ 1,2 juta pada tahun 2012 dan melejit sampai US$135 juta di tahun 2016. 

Sedangkan Frost & Sullivan dalam riset Indonesia Telecom Outlook Indonesia–Go Online 2012, menyebutkan pendapatan transaksi e-commerce di Indonesia mencapai US$ 120 juta pada 2010 dan akan meningkat jadi US$ 650 juta pada 2015.

Seiring dengan berkembangnya e-commerce di Indonesia, tentu saja kebutuhan akan pembayaran online dan aman, menjadi tuntutan utama. “Namun banyaknya penipuan jual beli barang mendompleng bisnis online memberikan sinyal yang salah terhadap potensi bisnis e-commerce. Tak heran jika mereka skeptis dan khawatir pecahnya bubble e-commerce”, kata Pikukuh, dalam siaran pers , Rabu (5/6).