Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Buntut Penyadapan, Mantan Dirut Telkomsel Usulkan Audit Forensik Jaringan

MAJALAH ICT – Jakarta. Tudingan lemahnya keamanan jaringan operator, yang menyebut 1,8 juta kode kunci enkripsi operator Telkomsel bocor, mendapat tanggapan kritis dari mantan Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarmo. Menurut Sarwoto, semua ini akibat keteledoran pemerintah.

Dijelaskan Sarwoto, terjadinya penyadapan oleh Direktorat Intelijen Australia dan National Security Agency (NSA) Badan Keamanan Nasional AS, merupakan keteledoran Pemerintah Indonesia dalam menangani penyadapan Australia terhadap Indonesia yang sudah dilakukan sejak lama. "Ini sebetulnya isu lama, tapi pemerintah tak ada langkah tegas. Jika data dari Snowden benar, seluruh operator harus dilakukan audit forensik jaringan,” kata Sarwoto.

Untuk itu, Sarwoto menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi harus meninjau ulang konfigurasi platform telekomunikasi, agar pelanggan telepon selular tidak mudah untuk disadap. Sebab baginya, adalah hal aneh jika data percakapan dan data pengguna bisa bocor, pasalnya cuma ada 4 lembaga di negara ini yang memiliki akses menyadap pengguna. 

"Mengapa Australia bisa mendapatkan data pelanggan ponsel di Indonesia, padahal cuma ada empat lembaga yang bisa mendapatkan data pelanggan ponsel, yaitu Kejaksaan, Kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Intelijen Negara (BIN)," tanyanya.

Sebagaimana diketahui, media New York Times  yang kemudian dikutip media Australia seperti Sydney Morning Herald, menginformasikan bahwa berdasarkan dokumen NSA tahun 2012, Australian Signals Directorate (ASD), lembaga intelijen di Negeri Kanguru, telah mengakses data dalam jumlah besar dari Indosat, untuk menyadap komunikasi pelanggan operator selular itu, termasuk komunikasi para pejabat di sejumlah kementerian di Indonesia. Dokumen lain yang diperoleh menunjukkan, pada tahun 2013, ASD mendapatkan hampir 1,8 juta kunci enskripsi induk yang digunakan operator selular Telkomsel untuk melindungi percakapan pribadi dari pelanggannya. Intelijen Australia juga membongkar semua enskripsi yang dilakukan Telkomsel.

Jika diketahui enkripsi dan bisa masuk ke sistem, ini artinya bukan hanya petinggi RI saja yang berpotensi untuk disadap, namun juga seluruh data percakapan pengguna kedua oeprator tersebut. Perlu diketahui, Telkomsel hingga akhir 2013 memiliki pengguna sekitar 131 juta, sementara Indosat disebutkan sekitar 54 juta pengguna. Dengan demikian, dari kedua operator tersebut, ada sekitar 185 juta pengguna ponsel yang saat ini dalam potensi sudah dan akan disadap. Setidaknya, 77% pengguna ponsel saat ini dalam posisi tidak aman karena privasi pribadi bisa saja suatau waktu dibuka dan disebar ke publik, terutama sekali memang para petinggi pemerintahan.