Search
Selasa 20 Januari 2026
  • :
  • :

Cakupan Wilayah Satelit BRI Hanya Indonesia dan ASEAN

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah menandatangani rencana peluncuran proyek mercusuar yang berupa satelit dengan nama BRISat. Satelit ini dibeli dengan menggandeng perusahaan asal Amerika Space System/Loral, LCC (SSL) dan Airnespace dari Prancis.

Sebelumnya disebutkan bahwa satelit ini akan menjangkau wilayah layanan Indonesia, dan negara-negara ASEAN, Asia Timur termasuk sebagian China, serta sebagian Pasifik termasuk Hawaii dan Australia Barat. Cakupan wilayah yang sangat luas tentunya.

""Namun begitu, informasi resmi dari laman Space System/Loral menyebutkan bahwa cakupan wilayah yang ter-cover satelit BRISat tidak seluas yang selama ini diinformasikan. "BRISat merupakan satelit pada C dan Ku-Band yang akan ditempatkan pada 150,5 BT dengan cakupan wilayah adalah Indonesia dan Asia Tenggara," tulis SSL dalam Siaran Pers nya. Tidak ada informasi bahwa satelit ini juga kan menjangkau Australia Barat bahkan hingga ke Hawaii.

Terkait dengan isi satelit, SSL menyatakan bahwa BRISat akan menggunakan platform seri 1300 yang akan dibangun di Palo Alto. BRI sendiri harus merogoh kocek Rp. 2,5 triliun untuk membeli satelit ini. BRISat akan memiliki 36 transponder 36 MHz di C-Band dan 9 transponder 72 Mhz di Ku-band.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan, satelit yang dibeli perseroan ini memang cukup bagus. Pembelian ini, katanya, untuk efisiensi. "Kami punya cost cukup signifikan, selama ini komunikasi kita rendah, itu menyebabkan kualitas kami terhambat," jelasnya. Ditambahkannya, dengan memiliki satelit sendiri, perseroan dapat mengurangi biaya sewa satelit menjadi lebih efisien. "Katakanlah satelit ini bisa berumur 15 tahun, dan bisa diperpanjang, maka biaya yang dikeluarkan sekira Rp.2,5 triliun," katanya.

Karena disebut satelit bagus, menurut Sofyan, pihaknya tidak memerlukan asuransi yang mahal. "Kami meluncurkan satelit dengan perusahaan yang memiliki tingkat kesuksesan yang tinggi, jadi cost asuransi lebih murah dibandingkan yang lain," yakinnya.