Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Calon Menkominfo Onno Purbo Buat Petisi Online Bebaskan Indar Atmanto

MAJALAH ICT – Jakarta. Pakar teknologi informasi yang digadang-gadang sebagai Calon kuat Menteri Komunikasi dan Informatika mendatang, Onno W. Purbo, mengajak masyarakat untuk menandatangani petisi online. Petisi online melalui situs www.change.or.id ini ditujukan pada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Onno, pola bisnis IM2 maupun 300+ ISP lain di Indonesia sesuai dengan UU Telekomunikasi maupun praktek usaha telekomunikasi yang ada. "Tidak ada hukum yang di langgar apalagi melakukan tindak pidana korupsi. IM2 hanya sebuah ISP dan menyewa bandwidth secara legal ke Indosat, tidak melakukan tindakan korupsi apapun dan tidak perlu mempunyai ijin frekeunsi 3G," tegasnya.

Diungkapkannya, akibat dari keputusan MA yang tidak sesuai dengan UU / Pola Bisnis Telekomunikasi ini, maka 300+ Pimpinan ISP Indonesia terancam hukum pidana. Yang lebih menyedihkan lagi, Industri / Infrastruktur Internet di Indonesia akan terancam harus shutdown atau dimatikan karena sebagian besar melanggar hukum.

Karena itu, Onno melalui petisi ini menuntut agar, masalah ini dikembalikan ke UU Telekomunikasi. "Membenarkan ISP menyewa bandwidth ke operator selular tidak perlu ijin frekuensi. Pemerintah wajib melindungi ISP yang telah memperoleh lisensi dan menjalankan kewajiban dengan baik dan benar," katanya.

"Bebaskan Indar Atmanto dan IM2 dari vonis/tuduhan. Kembalikan nama baik Indar Atmanto dan IM2. Jika ini tidak dipenuhi, maka sebagian besar ISP Indonesia menjadi ilegal dan mereka tidak mungkin beroperasi. Agar tidak melakukan tindakan melawan hukum ISP Indonesia harus menutup usahanya, dan men-shutdown Internet Indonesia," tambah Onno.

Menurut Onno, jika terjadi shutdown terhadap internet, maka konsekuensinya adalah terjadinya kemacetan transaksi industri finansial Rp. 1.5 milyar/menit (Rp. 90 milyar/jam). 71 juta pengguna Internet Indonesia tidak bisa mengakses internet. Serta, target 50% bangsa Indonesia mengakses Internet di tahun 2015 tidak akan tercapai," pungkas Onno.