Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Dapat Dana Segar Rp. 1,32 Triliun, XL Bernafas Lega

MAJALAH ICT – Jakarta. Kinerja PT XL Axiata Tbk yang di semester I-2014 kurang menggembirakan dengan kerugian bersih cukup besar, kini sedikit bisa lebih bernafas lega. Pasalnya, XL berhasil meraih dana segar sebesar Rp. 1,32 triliun yang berasal dari pelepasan kepemilikan saham treasury perseroan.

Seperti disampaikan Direktur Keuangan XL Mohamed Adlan bin Ahmad Tajudin, penjualan saham treasury dilakukan XL untuk memperkuat posisi keuangan perseroan. Penjualan saham digelar di pasar terbuka kepada investor lokal dan investor asing. "Kami harap aksi pelepasan saham treasury ini dapat mendorong penguatan posisi keuangan perseroan di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin ketat," katanya sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi.

Dengan didapatnya dana tersebut, artinya pelepasan saham treasury perseroan sebanyak 231,11 juta telah rampung. Dengan rata-rata harga saham di pasar terbuka sebesar Rp.5.708 per saham. Maka, total dana yang diterima perseroan sekitar Rp.1,32 triliun. Pelepasan saham itu setara dengan 2,7% dari total kepemilikan saham perseroan.

Sebagaimana diketahui, XL mencetak rugi sepanjang semester pertama tahun ini. Kerugian disinyalir diakibatkan dengan melonjaknya sejumlah beban perseroan. Dari laporan keuangan perusahaan, tercatat rugi bersih XL mencapai Rp.482,52 miliar. Angka tersebut tentu saja cukup menekan perusahaan mengingat pada periode sebelumnya mencetak laba bersih Rp. 670,43 miliar.

Dari segi pendapatan XL pada semester I/2014, sebenarnya naik 12,21% menjadi Rp.11,55 triliun dari Rp.10,29 triliun pada semester I/2013. Namun, beban perseroan juga naik lebih tinggi yakni 23,26% menjadi Rp.11,13 trilun dari Rp.9,03 triliun. Walhasil, laba usaha turun tajam 66,83% menjadi Rp.416,76 miliar dari Rp.1,26 triliun. Dilaporkan, beban terbesar diperoleh dari beban infrastruktur yang naik 43,04% menjadi Rp.4,02 triliun. Selanjutnya, beban penyusutan sebesar Rp.3,02 triliun, naik 13,43%. Hal ini diperpraha dengan lonjakan kerugian selisih kurs sebesar 357,2% menjadi Rp.516,09 miliar dari Rp.112,88 miliar, dan lonjakan beban amortisasi sebesar 371,66% menjadi Rp.251,3 miliar dari Rp.53,28 miliar.

Selain itu, ada juga kenaikan beban keuangan sebesar 114,53% menjadi Rp.951,3 miliar dari Rp.443,44 miliar. Adanya rugi bersih pengendalian bersama entitas sebesar Rp.44,37 miliar juga ikut menggerus laba bersih perusahaan yang baru saja merampungkan pembelian operator telekomunikasi PT Axis Telekom Indonesia ini.