Search
Minggu 16 Juni 2024
  • :
  • :

Daripada Indonesia, Apple Pilih China untuk Bangun Pusat R&D Baru

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia telah mengeluarkan kebijakan kewajiban penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) untuk ponsel khususnya berteknologi 4G. Salah satu pihak yang bekeberatan adalah Apple. Apple menyatakan lebih memilih membangun pusat research and development (R&D) dibanding bangun pabrik di Indonesia. Namun, tak juga kunjung membangun pusat R&D di tanah air, Apple malah mengumumkan mereka sedang membangun pertama pusat R & D di Cina, dengan rencana untuk menyelesaikan proyek pada akhir tahun.

CEO Apple Tim Cook membuat pengumuman saat kunjungan terakhir, kedua sejak Mei. Dia bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli. Pusat R & D akan dioperasikan di sana, dan tim teknik akan memperluas hubungan dengan mitra dan universitas, kata Reuters. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini memiliki lebih dari 9.000 karyawan di Cina, dengan sekitar setengah bekerja di 42 toko ritel.

Nasib Apple memang telah memburuk di Cina, pasar terbesar keduanya, dimana permintaan untuk iPhone telah menurun tajam tahun ini. Tambah lagi Apple harus menghadapi serangkaian rintangan hukum dan peraturan yang terus melemahkan posisi kompetitif di negara itu.

Pendapatan Apple di China, yang juga mencakup Hong Kong dan Taiwan, jatuh 33 persen menjadi 8,8 juta dolar di Q3 fiskal yang berakhir 30 Juni. Dan pangsa pasar smartphone pun turun menjadi 10,8 persen pada Mei, sehingga menempatkannya pada tempat kelima, menurut Counterpoint Research. Pangsa pasar iPhone adalah 17,8 persen pada Q1 2015, yang merupakan posisi terbaiknya di Cina.

Cook sendiri telah bertemu dengan para pejabat Cina tingkat tinggi di Beijing, namun belum memunculkan peningkatan hubungan dengan pemerintah. Meskipun juga telah ditanamkan investasi 1 miliar dolar pada aplikasi Didi ChuXing, investasi terbesar yang perusahaan telah menerima.

Kemunduran terbaru datang pada bulan Juni ketika regulator kekayaan intelektual Beijing memutuskan bahwa desain dari beberapa model iPhone Apple melanggar hak paten desain eksterior yang dimiliki oleh sebuah perusahaan Cina yang sebelumnya tidak diketahui.