Search
Selasa 23 Juli 2024
  • :
  • :

Data Gabungan Menggerakkan Pabrik Masa Depan

MAJALAH ICT – Jakarta. Sepanjang melalui revolusi industri yang pertama, kedua dan sebagian besar dari gelombang ketiga, area produksi pabrik menghadirkan cukup banyak rangkaian tantangan di tempat kerja. Kini, seiring kita memasuki revolusi industri yang keempat dengan AI, kebutuhan akan kecerdasan berbasis data yang terhubung dan terintegrasi menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, ungkap Alessandro Chimera, Director of Digitalisation Strategy at TIBCO.

Sepanjang melalui revolusi industri pertama (mekanisasi), kedua (produksi masal), dan sebagian besar gelombang ketiga (digital), area produksi pabrik telah menghadirkan sejumlah rangkaian tantangan di tempat kerja.

Manajer pabrik umumnya memperhatikan tentang keselamatan, efisiensi produksi, logistic operasional, dan inovasi dan perkembangan tempat kerja fisik. Disamping mereka juga harus memikirkan di mana menempatkan pendingin air, fasilitas teh dan kopi, dan cara membuat ruang yang cukup bagi karyawan untuk makan, pabrik – pabrik menjalankan panduan yang cukup standar selama seabad terakhir atau lebih.

Jelas, banyak hal telah berubah. Selain kita terus menjalankan engineering plant dan situs ‘fabrikasi’ pabrik yang menghuni segmen 3.0 dari revolusi industri digital, kini kita juga mulai berpikir tentang era 4.0 di mana industri juga memasukkan pendekatan yang lebih berfokus pada data.

Manufaktur memerlukan pandangan 360 derajat dari operasi mereka
Untuk membawa era baru manufaktur yang modern ke era on-line dengan sukses, perusahaan akan perlu untuk menghubungkan data pada seluruh proses, peralatan, dan perangkat Industrial Internet of Things (IIoT) dengan cerdas. Teh dan kopi tetap dibutuhkan, tapi bisnis masa kini perlu untuk memikirkan tentang bagaimana menyatukan data untuk akses dan kendali yang lebih luas. Penyatuan (unification) data ini diperlukan karena fasilitas manufaktur akan menciptakan berbagai sumber data yang berbeda secara alami selama bertahun-tahun, namun dalam kondisi yang menghasilkan data yang berbeda-beda dan tak terhubung satu sama lainnya. Data ini tak bisa memberikan pemahaman ke dalam proses manufaktur dari hulu ke hilir. Begitu data ini disatukan dan dikelola, perusahaan dengan percaya diri akan mampu membuat prediksi masa depan untuk mengurangi biaya, memperbaiki operasional dan meningkatkan profitabilitas.

Jadi, mekanis apa yang dibutuhkan di dalam pabrik modern yang mengutamakan digitalisasi? Apa yang seharusnya kita pikirkan secara umum mengingat adopsi platform digital di dunia manufaktur selama ini dirasakan cukup lambat? Akankah para pekerja pabrik masih diperlukan dengan kehadiran era robotik dan, jika dipikirkan, apakah kita masih perlu memakai pakaian kerja dan sepatu bot berujung baja?

Yang perlu kita pikirkan adalah bagaiman kita merubah cara bekerja kita. Pekerja pabrik dahulu harus mengisi lembar operasional dengan informasi terkait jenis pekerjaan yang dikerjakan, kerusakan yang terdeteksi, pemeriksaan yang sudah selesai dilakukan, dan sebagainya. Ciri khas pabrik di industri apapun mungkin memiliki ratusan lembar produksi seperti ini setiap harinya. Ada lembar yang diisi secara eletronik, tapi banyak pekerja yang masih harus menyerahkannya dalam bentuk kertas. Selain adanya keterlambatan yang disebabkan oleh penginputan data, bahkan lembar operasi yang diserahkan dalam bentuk elektronik pun masih menyebabkan keterlambatan.

Ini bukanlah mesin dengan kecerdasan/inteligensi yang terkoneksi secara real time, tapi ini seharusnya demikian dan bisa dilakukan. Ketika pabrik-pabrik kita mulai memiliki informasi yang terpadu tentang data operasional dari hulu ke hilir, maka kita bisa mulai menciptakan keuntungan efisiensi sebenarnya untuk masa depan dan akan terus berkembang. Pada titik inilah kita tak lagi bisa mengintegrasi mesin ke proses hanya secara vertical, tapi harus juga mengintegrasikan pabrik secara horizontal ke seluruh jenis pekerjaan, seluruh peran kerja, dan seluruh alur kerja, agar pada akhirnya menciptakan pandangan atau pengetahuan terpadu data operational dari hulu ke hilir.

Keuntungan integrasi horizontal
Keuntungan integrasi horizontal di seluruh operasional pabrik terbagi menjadi tiga area inti:

1) Pada area produksi pabrik: Mesin-mesin yang selalu terhubung dan unit-unit produksi yang secara terus menerus mengkomunikasikan status kinerja mereka dan, bersama-sama, merespon secara mandiri kepada kebutuhan produksi yang dinamis. Tujuan akhirnya adalah area produksi yang cerdas akan mampu memproduksi dengan jumlah (lot size) yang lebih kecil dengan hemat biaya dan mengurangi kerugian akibat downtime dengan sistem pemeliharaan yang prediktif.

2) Seluruh fasilitas produksi: Jika perusahaan telah mendistribusikan fasilitas produksi, pendekatan Industri 4.0 mendorong integrasi horizontal di seluruh Manufacturing Execution Systems (MES) pada level pabrik. Dalam skenario ini, data fasilitas produksi (level inventori, keterlambatan tak terduga, dan sebagainya) didistribusikan ke seluruh perusahaan dan, jika memungkinkan, tugas-tugas produksi digeser secara otomatis di antara fasilitas agar bisa merespon lebih cepat dan lebih efisien kepada variable-variabel produksi.

3) Seluruh rantai pemasok (supply chain): Industri 4.0 mengusulkan transparansi data dan high level kolaborasi otomatis di seluruh pasokan hulu dan rantai logistik yang menentukan proses produksi itu sendiri, demikian juga dengan rantai pada hilir yang membawa produk akhir ke pasar. Pemasok dan penyedia layanan pihak ketiga harus dimasukkan secara horizontal ke dalam sistem produksi dan kendali logistik perusahaan.

Kecepatan bisnis modern
Pabrik yang telah dimodernisasi perlu untuk meningkatkan diri dan beroperasi mengandalkan data terpadu untuk berbagai alasan, setidaknya karena kenyataan bahwa kecepatan bisnis itu sendiri sudah berubah.

Pelanggan akan keluar dari keranjang belanja on-line mereka tanpa menyelesaikan transaksi dalam hitungan detik jika website tersebut gagal berfungsi. Sedangkan pelanggan yang sedang melewati toko-toko atau pusat perbelanjaan dapat langsung tertarik ke penawaran spesial di toko sepatu hanya dengan berjalan masuk ke dalam toko; pengalaman belanja on-line harus mampu meniru kecepatan eksekusi yang sama.

Ada juga perpindahan fisik-digital. Jika sebuah pusat perbelanjaan menawarkan konsumen mereka kemampuan untuk memindai kode QR atau mengunjungi tautan URL (URL link) untuk mendapatkan penawaran, maka promo harga tersebut harus dapat dieksekusi secara real time, bila tidak pelanggan akan pergi. Pabrik modern dan pemahamannya akan rantai pasokan, manajemen peralatan, produksi barang, dan pengiriman harus berjalan sama lancarnya dengan ketika seseorang berjalan masuk ke toko sepatu.

Pelanggan melihat penawaran, mencari produk, mengkonfirmasi pembelian, melakukan transaksi, menerima produk dalam waktu tunggu yang umumnya dapat diantisipasi. Ini dunia nyata toko sepatu dan ini bisnis manufaktur real time dengan web front end.

Meniadakan anomali, menetralkan kinerja negatif
Bagian utama dari kemajuan menuju manufaktur berbasis data adalah mengidentifikasi, memahami, dan setelah itu menghilangkan anomali pabrik produksi yang tercipta secara real time. Ini artinya kita bisa menghindar dari memproduksi limbah dengan menghindari skenario di mana kita menjalankan produk (atau mungkin layanan) yang salah atau cacat melalui siklus produksi.

Dalam kasus manufaktur, anomali bisa berupa kejadian mesin mati atau rantai pasokan yang mengirimkan bahan mentah yang rusak atau tak sesuai standar. Sebuah anomali bisa juga berupa terjadinya miskonfigurasi pada mesin pabrik, atau mesin tak mampu menghasilkan produk akhir yang dijanjikan oleh brand perusahaan yang bersangkutan.

Operasi manufaktur mampu memahami kebutuhannya akan manajemen anomali dan mengumpulkan informasi terkait anomali ke dalam pendekatan data terpadu dengan menggunakan Real Time Performance Indicators. Indikator-indikator ini bisa berupa sensor atau bisa berupa praktek-praktek terkait penilaian kualitas, pengukuran tingkat kepuasan pelanggan atau pengukuran langsung tingkat inventori.

Sebagai contoh ilustrasi sebuah perusahaan manufaktur saklar listrik di Italia menggunakan data untuk mendapatkan keuntungan operational setelah menemukan anomali kinerja mesin. Ketika pisau di salah satu mesin produksinya tidak pas atau gagal bekerja, tim TI membuat sebuah model data untuk menganalisa sejumlah besar faktor-faktor dari area produksi pabrik.

Mereka menemukan bahwa pisau tidak pas jika suhu dalam ruang 2 derajat Celsius lebih rendah dari rata-rata suhu yang tercatat. Bisnis juga mampu untuk menggunakan model virtual dengan properti dan atribut yang cukup untuk menggambarkan bentuk, ukuran, suhu, arus udara, dan sebagainya di dalam area produksi pabrik. Tapi model ini hanya mampu mendapatkan pemahaman yang dibutuhkan dengan memastikan memiliki data berkualitas baik dan kemampuan untuk mendapatkan pandangan terkoneksi hulu ke hilir dari semua arus data yang ada.

Jalan yang terbentang di depan dengan operasional jarak jauh
Jalan yang terbentang di depan adalah fasilitas manufaktur berkemampuan digital di mana pengetahuan berbasis data digunakan untuk memaksimalkan Overall Equipment Efficiency (OEE). Ini menghasilkan tak hanya pabrik yang lebih produktif, lebih menguntungkan, dan sangat efisien, tapi juga sebuah fasilitas dengan tingkat sisa dan limbah berkurang, kebutuhan energi berkurang, waktu downtime lebih rendah, dan semua gabungan faktor lain untuk menciptakan pabrik yang lebih efisien dengan produk yang dapat ditelusuri jejak produksinya dari depan ke belakang, dari ujung ke ujung dan dari hulu ke hilir.

Untuk benar-benar mengadopsi konsep dan pendekatan yang ditawarkan di sini and untuk bergerak maju ke sistem operasi pabrik jarak jauh, kita harus memiliki pengetahuan terpadu akan data yang berkualitas tinggi. Estimasi menyarankan bahwa kita mampu mengurangi jumlah pekerja yang berada di pabrik sebesar 75% dan mengubah pekerjaan karyawan ini ke peran yang lebih bernilai, bahkan lebih memuaskan secara pribadi.

Salah satu manufaktur yang menunjukkan pendekatan yang berpikir ke depan seperti ini adalah Hemlock Semiconductor, produsen polisilikon terbesar di Amerika Serikat, yang menyediakan bahan vital bagi perusahaan di seluruh dunia. Bahan ini kemudian digunakan untuk memproduksi substrat silikon yang digunakan untuk elektronik dan panel surya berteknologi tinggi.

Dalam upaya menjawab gabungan tantangan biaya, kualitas, dan konservasi, Hemlock memerlukan strategi operasional yang bisa memperkuat profitabilitas jangka panjang dan posisi kompetitifnya dan memulai perjalanan multi-tahapnya untuk mentransformasi secara digital semua aspek dari proses manufaktur.

Dengan menghubungkan semua sistem, memiliki arus data terpadu, dan analisa optimal untuk mendapatkan pandangan secara real time dan 360 derajat dari semua operasi fasilitas dan manufaktur, Hemlock tak hanya mampu untuk mengendalikan biaya dan kualitas yang lebih baik dengan pendekatan terbasis data, tapi juga kini memiliki jarak pandang (visibility) yang lengkap ke dalam proses, menyoroti kesempatan baru dan potensi model bisnis baru yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan. Hemlock mampu mengambil keuntungan dari segmentasi pasar baru karena telah menciptakan pandangan berbasis data dari proses manufakturnya, memampukan mereka lebih mengoptimalkan penghasilan dengan menjual produk yang tepat ke pasar yang tepat dengan harga yang tepat.

Bekerja lebih cerdas, lebih baik, dan lebih cepat
Di mana kita masih memiliki engineer di area produksi pabrik dengan kunci pas dan obeng di tangannya, sebenarnya mereka akan mampu bekerja lebih cerdas, lebih baik, dan lebih cepat. Di mana mereka berjalan di antara mesin-mesin mencari kemungkinan kesalahan dan mengutak-atik angka-angka untuk melihat kerentanan, kini data akan mengarahkan para pekerja ini ke mesin yang benar dengan sekrup atau mur yang tepat, di waktu yang tepat.

Usaha sepatu bot dan pabrik secara keseluruhan tak akan berhenti esok hari dan kita akan tetap memerlukan pendingin air, teh, kopi, dan sandwich. Bahkan faktor-faktor ini akan secara digital dilacak sehingga para staf kantin memiliki persediaan yang cukup untuk semua orang di waktu yang tepat. Masa depan kerja jadi lebih cerdas dan lebih sedikit oli industry di kuku Anda. Tapi tolong, tetap terus mencuci tangan Anda.

Oleh Alessandro Chimera, Direktur Strategi Digitalisasi, TIBCO