Search
Rabu 24 Juli 2024
  • :
  • :

Data Internal Angkasa Pura Tersebar, Diserang Peretas Juga?

MAJALAH ICT – Jakarta. Selain penyerangan yang terjadi terhadap situs-situs internet, beredar pula informasi bahwa hacker telah masuk dan meretas sejumlah data penting dari pengelola bandar udara, Angkasa Pura, khususnya Angkasa Pura 2, seperti dibicarakan di Forum KasKus dan sejumlah media. Data laporan keuangan beredar, dan bersamaan beredar pula peringatan dari hacker Australia yang menekan Anonymous Indonesia. Dan entah apa relevansinya, tiba-tiba disebutkan kehadiran Tim IT Kopassus yang siap membantu.

Adapun data Angkasa Pura yang diretas adalah data keuangan perusahaan. Data yang hanya bisa dibuka oleh karyawan perusahaan saja, karena ini merupakan intranet perusahaan. Sehingga, jika ada peretas maka peretas telah dapat menguasai atau memasuki intranet perusahaan dan mengambil data-data yang mungkin bersifat rahasia. Dan menariknya, keluarnya data internal perusahaan tersebut, bersamaan dengan adanya pengakuan dari hacker Australia yang marah dengan kelakukan hacker Indonesia yang meretas situs-situs ‘tidak berdosa’, yang tak ada kaitannya dengan masalah penyadapan yang dilakukan pemerintah Australia.

Dalam surat yang ditujukan untuk Anonymous Indonesia tersebut, hacker Australia marah dan menertawakan upaya hacker Indonesia yang hanya bisa menyerang bersama-sama lewat DDOS. "Hi anon_indonesia, we gave you final warning recently. We just take down your system, such as airport (Angkasapura), education and many sites that not mention it," tulis mereka. "If you dont stop DDOS action, we will take over your important system in your country, go to hell lamers!!!!" tambah mereka.

Menurut analisa tim security Majalah ICT, ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama, data dibocorkan oleh orang dalam. Tidak ada peretasan apa-apa. Karena berdasar data yang ditelesuri, tidak ada tanda-tanda situs ini mati atau apa. Dan surat yang seolah-olah dari hacker Australia itu untuk lebih mendukung saja bahwa peretas memang terjadi. Ada yang bermain di air keruh di sini.

Dan kedua, memang terjadi peretasan. Database Angka Pura dibongkar, namun siapa yang berbuat, belum dapat dipastikan. Hanya saja, kalau memang kejadian peretasan ini baru, yang jadi pertanyaan mengapa data keuangan yang diretas bukan data keuangan yang terbaru. Dan juga jadi pertanyaan banyak orang seperti di Forum KasKus adalah surat yang mengatasnamakan hacker Austraia. "Ngaku dari OZ tapi bahasa inggrisnya kacau.. 
belum pernah Ikutan IELTS ya ni orang ??? Gaya penuturan Inggris nya kok kayak indonesia?," tanya salah seorang Kaskuser