Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Dengan e-Wallet, Menkominfo Harapkan Kartu ‘Sakti’ Jokowi Tidak Bocor

MAJALAH ICT – Jakarta. Menkominfo Rudiantara menegaskan, kartu "sakti" yang diterbitkan Presiden Joko Widodo, selain memberikan manfaat bagi masyarakat, operator seluler dan perbankan yang turut mengawal program ini juga bisa menarik banyak manfaat. Hal itu karena pemanfaatan teknologi dengan penggunaan e-wallet melalui SIM Card untuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) tersebut, diharapkan tak lagi mengalami kebocoran saat pemerintah menyalurkan bantuan non-tunai.

"Diharapkan dengan teknologi ini tidak ada lagi kebocoran, setidaknya mengurangi. Yang tadinya manual di kecamatan, kelurahan, atau di jalur distribusi, sekarang langsung ke orangnya. Karena SIM Card kan langsung attached ke orangnya," ujar Menteri Kominfo Rudiantara di Jakarta.

Sebagaimana telah diluncurkan, uang yang dikelola kartu sakti dalam program Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera (KSKS) ini jumlahnya Rp 6,2 triliun. Ada sekitar 15,5 juta masyarakat kurang mampu yang akan mendapatkan bantuan sekitar Rp 400 ribu dari pemerintah. Untuk penyalurannya, pemerintah memanfaatkan layanan e-Cash dari bank Mandiri dengan dukungan SIM Card dari Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat. Tahap awal, pemerintah menyiapkan satu juta kartu telepon seluler. Telkomsel rencananya menyediakan 550 ribu kartu, Indosat sekitar 450 ribu kartu, dan XL Axiata untuk warga di Pulau Jawa.

Dijelaskan Menkominfo, kartu telepon tersebut akan aktif selama lima tahun untuk menyalurkan bantuan non-tunai. Bantuan itu akan masuk ke rekening Mandiri e-Cash. Begitu bantuan non-tunai masuk, warga dapat menukarkannya menjadi uang tunai di kantor Pos terdekat atau agen penukaran yang telah ditunjuk. "Ini banyak manfaatnya bagi teman-teman di oeprator dan perbankan," pungkasnya.