Search
Senin 26 Oktober 2020
  • :
  • :

Dengan Konsep New Manufacturing, Alibaba Luncurkan Pabrik Digital

MAJALAH ICT- Jakarta. Alibaba Group Holding Limited (“Alibaba Group”) meluncurkan model ‘New Manufacturing’ untuk pertama kalinya dengan membuka Pabrik Digital Xunxi (Xunxi).

Didukung oleh infrastruktur dan IoT Alibaba Cloud, pabrik yang berbasis di Hangzhou ini menawarkan rantai pasokan manufaktur terdigitalisasi dari hulu-ke hilir, menjadikan proses produksi sepenuhnya disesuaikan dan didorong oleh permintaan. Hal ini memungkinkan para pelaku bisnis mikro untuk mendapatkan manfaat dari digitalisasi pasar manufaktur Tiongkok yang bernilai di atas RMB 30 triliun (lebih dari USD 4 triliun) melalui kemampuan untuk merespon perubahan kebutuhan pelanggan yang terus berubah dengan lebih baik dan lebih cepat.

“Data menjadi hal utama dalam ‘New Manufacturing’, dan memperoleh data insights untuk mendapatkan peluang dari pergeseran preferensi konsumen dari produksi massal menjadi barang terpersonalisasi. ‘New Manufacturing’ melengkapi produsen tradisional dengan kecerdasan dan teknologi, agar mereka dapat bergerak menuju model yang lebih terinformasi dan cerdas untuk melakukan proses produksi berdasarkan permintaan konsumen,” ujar Alain Wu, CEO of Xunxi Digital Technology Company, Alibaba Group. “Hal ini akan membantu para produsen tradisional untuk meningkatkan profitabilitas dan mengelola inventori, serta tetap dapat memenuhi kebutuhan untuk mempersonalisasi produk.”

Peluncuran ‘New Manufacturing’ menjadi tonggak sejarah baru dalam implementasi strategi Lima Kebaruan (Five New) Alibaba, yang pertama kali diperkenalkan oleh Jack Ma pada 2016, terdiri dari New Retail, New Manufacturing, New Finance, New Technology, dan New Energy.

Pada tahap awal, industri pakaian – sektor dengan siklus produksi yang panjang dan level penyimpanan yang tinggi, yang terus menjadi tantangan bagi perusahaan besar maupun kecil – menjadi titik mula dari Xunxi. Berkat berbagai teknologi terkini seperti real-time resourcing, perencanaan proses dan biaya, sistem logistik in-house yang terotomatisasi, dan sistem operasi manufaktur Xunxi, memungkinkan pabrik memproduksi pemesanan dalam batch kecil dengan biaya terjangkau dan waktu pengantaran yang lebih singkat, sehingga efisiensi produksi meningkat dari 25% menjadi rata-rata 55%.

Model prediksi tren dan penjualan Xunxi, bersama platform desain produk terintegrasi yang dilengkapi dengan artificial intelligence tersendiri, juga memberikan pengetahuan mengenai preferensi pembeli. Peningkatan alur informasi ini dapat mengurangi biaya riset dan pengembangan, dan membantu bisnis berpacu mencapai peluang dalam personalisasi bagi pelanggan dalam era digital.

Industri pakaian secara konsisten telah menjadi salah satu kategori terbesar di marketplace ritel Alibaba di Tiongkok. Hal ini memberikan keunggulan bagi Xunxi dalam hal customer insight, karena 1 dari 4 potong pakaian di Tiongkok dibeli melalui platform Alibaba. Di masa lalu, overstocking telah menyebabkan kerugian 30% pada berbagai industri. Peluncuran Pabrik Digital Xunxi merupakan wujud dari komitmen Alibaba untuk memudahkan berbisnis di mana saja. Dengan memanfaatkan proses produksi ‘made-in-cloud’, bisnis berskala kecil dan menengah dapat tetap berkompetisi di pasar fesyen yang bergerak dengan cepat.

Sejak awal didirikan, pabrik ini telah berkolaborasi dengan merchant Taobao dan Tmall, pengguna livestreaming, dan perancang busana streetwear untuk mengeksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai hal baru dalam manufaktur pakaian.

Pada hari Senin (14/9), The World Economic Forum menunjuk Xunxi Digital Factory sebagai salah satu acuan (disebut dengan istilah Lighthouse), bagian dari Global Lighthouse Network, yakni komunitas yang terdiri dari perusahaan terdepan di dunia yang telah sukses mengadopsi teknologi Revolusi Industri Ke-4. Hal ini merupakan bukti dari kesuksesan Xunxi dalam menggabungkan teknologi digital mutakhir dengan consumer insight untuk mewujudkan model ‘New Manufacturing’ yang sudah seluruhnya terdigitalisasi.

Keberhasilan Xunxi ini hadir di saat pandemi Covid-19 memicu akselerasi transformasi digital dari berbagai industri yang berbeda. Ke depannya, Xunxi akan membantu para pengguna untuk menekan level inventori lebih jauh, sembari meningkatkan efisiensi dan level kostumisasi, yang juga dapat diimplementasikan di sektor lain selain sektor fesyen dan pakaian yang menjadi fokus saat ini. Wu menambahkan, “Kami berharap dapat belajar dari dan bermitra dengan rekan-rekan industri untuk membangun ekosistem ‘New Manufacturing’ bersama. ”

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *