MAJALAH ICT – Jakarta. Di 2016 ini, T Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menargetkan pendapatan di atas pertumbuhan industri yang berdasarkan prediksi para analis, pertumbuhan industri telekomunikasi pada tahun ini sekitar 9%. Untuk menggenjot pertumbuhan pendapatan, Telkom akan melakukan sejumlah aksi korporasi anorganik. Salah satunya melakukan akuisisi.
Demikian dikatakan Direktur Utama Telkom Alex J. Sinaga. "Kami tetap berusaha tumbuh di atas angka industri tersebut," kata Alex. Sementara untuk mencapai target pertumbuhan, akuisisi menjadi salah satu strategi Telkom. "Ada rencana akuisisi perusahaan dari luar, di Asia Pasifik. Tetapi belum bisa diberitahu," tambahnya.
Dijelaskannya, saat ini Telkom juga masih tertarik mencari mitra bisnis satelit yang memiliki footprint di Indonesia dan kawasan regional. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan transponder satelit yang semakin meningkat di Indonesia maupun regional. Telkom sendiri sedang menyiapkan satelit untuk dapat diluncurkan menyusul kegagalan peluncuran satelit Telkom 3 beberapa waktu lalu.
Proses tender satelit Telkom 3S (substitution) sudah selesai dan satelit saat ini dalam proses penyelesaian oleh Thaes Alenia Space agar dapat diluncurkan pada akhir tahun 2016 atau awal tahun 2017 mendatang. Satelit Telkom 3S berkapasitas 42 transponder yang terdiri atas 32 transponder C-Band dan 10 transponder Ku-Band. Sedangkan Satelit Telkom 4 saat ini masih dalam proses penyelesaian penunjukkan mitra.


















