Search
Kamis 13 Juni 2024
  • :
  • :

Di 2019, Infrastruktur Komunikasi Indonesia akan Meroket ke Posisi Nomor Dua di Bawah Singapura

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai di Indonesia masalah komunikasi akan selalu berkait dengan dua hal yaitu konten dan infrastruktur. Rudiantara menjelaskan, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-4 dari sisi infrastruktur telekomunikasi, untuk itu pemerintah menargetkan di 2019 Indonesia menjadi nomor dua di bawah Singapura. Sementara dalam hal konten, Chief berharap masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.

“Misi kita pada 2019 kita bisa menjadi nomor 2 setelah Singapura. Oleh karena itu, kesenjangan akses infrastruktur telekomunikasi harus diatasi. Melalui Palapa Ring semua Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia akan memiliki akses broadband,” jelasnya dalam Seminar Nasional dan Call for Paper “Komunikasi untuk Merajut Ke-Indonesiaan” di Swiss Bell Hotel Kendari, Sulawesi Tenggara.

Untuk wilayah Kendari sendiri serta delapan daerah kabupaten di sekitanya juga akan dibangun akses internet melalui kabel laut. “Saya minta bantuan para bupati mempermudah urusan perizinan, karena pada kabel laut akan ada landing stage. Selain itu saya minta kepada konsorsium untuk menggunakan kontrakor lokal untuk pembangunannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkominfo mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial terutama dalam berbagi konten. “Saat ini ada distrust dari masyarakat akan koran dan media mainstream. Jadi masyarakat mencari informasi di tempat lain yang diyakini benar seperti media sosial,” terangnya.

Mengenai konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk hoax, Menteri Rudiantara kembali menegaskan perlunya keterlibatan komunitas. “Terkait berita hoax, perlu ditangani secara komunitas, karena pemblokiran bukan hal akhir. Saya mendorong komunitas untuk membuat kode etika bermedia sosial. Bagi masyarakat sendiri bisa cek berita itu hoax atau tidak mll www.beritahoax.id,” ungkap Rudiantara.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menambahkan bahwa komunikasi adalah kunci kehidupan dan harus menyerap ideologi bangsa. “Penggunaan media sosial bisa menjadi ancaman. Negara harus hadir untuk menjaga ke-Indonesiaan kita. Kita harus meluruskan komunikasi kita agar Indonesia tetap berdiri tegak.” tambahnya.