Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Didera Isu Perburuhan, Foxconn Gunakan Robot untuk Produksi iPhone

MAJALAH ICT – Jakarta. Foxconn, fabrikan perangkat telepon pintar seperti untuk iPhone maupun BlackBerry dalam beberapa tahun didera isu perburuhan. Produksi dengan target yang ketat, membuat banyak karyawan begitu sibuk dan bahkan stress. Ini tentu menjadi kendala tersendiri, untuk mencapai target produksi yang juga menjadi concern vendor ponsel.

Namun nampaknya, solusi sudah didapat Foxconn. Untuk proses produksi, kini Foxconn melibatkan robot-robot. Menurut CEO Foxconn, Terry Gou, robot-robot yang disebut Foxbots tersebut akan dipekerjakan Foxconn khusus untuk merakit produk iPhone dari Apple. Menurut Gou, rencana untuk mempekerjakan robot untuk merakit komponen untuk ponsel sebenarnya sudah dicanangkan sejak dua tahun yang lalu. Namun rencana tersebut tertunda karena kendala biaya yang sangat tinggi hingga akhirnya baru akan diwujudkan tahun ini.

Dijelaskannya, biaya untuk satu buah robot saja berkisar antara 20 ribu – 25 ribu dolar AS. Setiap robot akan mampu merakit rata-rata 30 ribu piranti. Untuk tahap pertama akan disiapkan 10 ribu dengan investasi sebesar 250 juta dolar AS. Dalam pertemuan dengan para pemegang saham tersebut, Gou mengklaim bahwa uji coba robot tersebut sudah mencapai tahap final dimana unit pertama sudah disiapkan untuk segera menggantikan pekerja yang merakit iPhone.

Sementara itu, rencana Foxconn untuk berinvestasi di Indonesia masih tidak pasti. Hingga kini tidak ada perkembangan berarti mengenai rencana tersebut, bahkan seakan investasi sulit terealisir karena Foxconn meminta lahan sleuas 10 hektar. Diperkirakan Foxconn akan menunda investasi sampai terbentuknya pemerintahan baru.

Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, ketidakpastian investasi Foxconn masih sangat besar. "Ketidakpastian Foxconn masih cukup besar. Mereka sudah membuat manuver baru dengan DKI tapi belum di follow up. Mungkin mereka menunggu pemerintahan yang baru," ungkapnya.

Dijelaskan Hidayat, saat ini Blackberry sudah menandatangani kerja sama dengan Foxconn. Blackberry memilih pasar Indonesia karena daya saing mereka sedang turun sehingga memilih menjaga pasar yang ada. Indonesia dianggap pasar besar yang sangat menguntungkan bagi Blackberry.

Rencana fabrikan ponsel Foxconn membangun pabrik di Indonesia, memang sudah tiga tahun berlalu. Namun, realisasinya belum juga nampak. Hal itu yang juga membuat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bertanya-tanya mengenai keseriusan perusahaan asal Taiwan ini.

Seperti disampaikan Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi di Jakarta, permintaan Foxconn terlalu berbelit-belit untuk sebuah investasi. Misalnya saja, pemasok komponen Apple asal Taiwan meminta penyediaan lahan serta pusat penelitian dan pengembangan. "Jangan mau dibohongi Foxconn. Mereka lebih banyak investasi di China dan cuma main-mainin kita, minta fasilitas ini itu. Paling cuma taktik dagang," kata Sofjan geram.

Karena itu, Sofjan pesimis dengan rencana Foxconn membangun pabrik ponsel di Jakarta tak kunjung terealisasi dengan berbagai alasan. "Katanya ingin investasi, tapi sudah tiga tahun berlalu nggak jadi-jadi. Cari yang lain, jangan mereka saja jadi satu-satunya," lanjut Sofjan.