MAJALAH ICT – Jakarta. PT Solusi Tunas Pratama Tbk (STP) akan melakukan berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) II dimana perseroan bakal menerbitkan sebanyak 381,2 juta saham baru atau setara 32,4% dari modal ditempatkan dan disetor.
Adapun harga penawaran sebesar Rp 7.000 per saham. Dalam pelaksanaan rights issue, PT Kharisma Putra Prima akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). PUT II akan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Adapun nilai rights issue mencapai Rp 2,6 triliun.
Dalam prospektus dijelaskan, penyerapan saham oleh Kharisma Indah dilakukan sebagai pelunasan utang sebagaimana kesepakatan Repayment Notice tanggal 14 November 2014. "Nilai utang pokok yang akan dibayar dengan saham perseroan sebesar Rp 462,5 miliar," tulis STP.
Manajemen STP menjelaskan, Cahaya Anugerah Nusantara Holdings Limited sebagai pemegang saham utama telah menyatakan kesanggupan untuk membeli seluruh sajam yang menjadi haknya. Sementara itu, PT Kharisma Indah Ekaprima selaku pemegang saham pengendali akan mengambil hingga 66 juta saham yang diterbitkan perseroan.
STP sendiri saat ini sedang dikejar tenggat untuk melunasi pembelian 7 ribu menara XL hingga pertengahan Desember mendatang. Meski, STP sendiri melalui Direktur dan Sekretaris Perusahaan Solusi Tunas Juliawati Gunawan pernah mengatakan bahwa seluruh dana pembelian menara telekomunikasi XL berasal dari pinjaman perbankan.
Perseroan memperkirakan setelah selesainya proses akuisisi menara pada akhir 2014, pendapatan perseroan bisa bertumbuh lebih dari 80%. Sementara untuk laba bersih akan bertumbuh seiring dengan kenaikan pendapatan. "Untuk jangka panjang, kami akan memiliki jumlah portofolio menara yang semakin kuat dan berkualitas dan mengokohkan kami sebagai tiga besar penyedia infratruktur menara independen di Indonesia," ujarnya.

















