Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Disepakati untuk Menata Kembali Industri Telekomunikasi

MAJALAH ICT – Jakarta. Para penyelenggara telekomunikasi menyepakati bahwa tahun 2014 ini merupakan tahun untuk menata kembali industri telekomunikasi Indonesia. Hal itu karena perkembangan yang ada sekarang ini sudah jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Demikian kesimpulan hasil diskusi “Sharing Our Future” yang digelar sebelum pengumuman para pemenang Selular Award ke-11 yang diselenggarakan di Balai Kartini, Jakarta. “Jika sebelumnya kita berbicara soal kompetisi, maka sekarangkita bicara soal perlu sharing antaroperator. Dalam konteks DNA (device, network application), persoalan network perlu mendapat perhatian,” kata Direktur Utama PT Telkomsel Alex J. Sinaga.

Ditambahkan Alex, saat ini pemain besar seperti Google sudah masuk ke application dan device, sehingga mereka juga akan mensasar network. “Jika network tidak mendapat perhatian, tidak dikerjakan maka mereka yang akan masuk. Padahal setiap bulan kita sudah kehilangan Rp. 19 triliun yang terbang ke luar negeri dari industri ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Merza Fachys, Direktur SmartFren, melihat bahwa persoalan frekuensi menjadi isu yang dihadapi pihaknya dalam menghadapi persaingan. “Bagaimana kita mau berkompetisi jika frekuensi yang ada tidak seimbang. 2014 saatnya kita menata kembali industri ini, menata frekuensi agar ada kesimbangan,” kata Merza.

Hasnul Suhaemi, Direktur Utama XL Axiata, lebih menginginkan agar apa yang sudah didiskusikan selama ini tidak berlarut hanya sekadar wacana. “Apa yang sudah didiskusikan selama ini hendaknya langsung aksi saja. Sudah banyak masukan yang bagus, tinggal dijalankan saja,” katanya.

Direktur Jenderal SDPPI M. Budi Setiawan memahami dan mencatat semua masukan. “Semua masukan sudah saya catat. Dan yakinlah bahwa kita juga tetap bekerja dan memahami persoalan, namun misal ketika bicara spectrum fee, pihak Kementerian Keuangan meminta berhati-hati karena pendapatan negara yang berkurang berpotensi akan menjadi bidikan KPK,” ungkap Budi.