Search
Selasa 23 Juli 2024
  • :
  • :

Dorong Ekspansi di Asia Tenggara, Insurtech Igloo Tunjuk Raunak Mehta Sebagai Co-Founder & CEO

MAJALAH ICT – Jakarta. Perusahaan insurtech regional, Igloo, hari ini mengumumkan penunjukkan Chief Commercial Officer, Raunak Mehta, sebagai Co-Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Igloo. Ia akan bekerja sama dengan Co-Founder Igloo, Wei Zhu, yang merupakan anggota dewan direktur perusahaan.

Raunak memiliki banyak pengalaman di bidang teknologi dan e-commerce, setelah sebelumnya memimpin brand e-commerce terbesar di Asia yaitu, Flipkart dan Zalora. Sejak bergabung dengan Igloo pada tahun 2018, ia mempelopori masuknya Igloo ke pasar Filipina, Vietnam, Thailand, Indonesia, Australia dan Malaysia, sekaligus membangun kemitraan dengan para brand terdepan di industri seperti Lazada, Shopee, Bukalapak, AIS, RedDoorz, foodpanda, Lotte Finance, dan Ahamove untuk berbagai jenis produk asuransi.

Igloo terus melakukan ekspansi di lingkungan makro yang menantang, bahkan hampir memberikan tiga kali lipat gross written premium (GWP) pada tahun 2021. Memiliki lebih dari 30 kemitraan besar dan jejak regional yang terus meningkat, Igloo berada pada posisi yang tepat untuk meraih tujuannya memfasilitasi lima persen Premi Asuransi Umum untuk lima tahun ke depan. Pada tahun 2021, Igloo Insurtech telah membantu menanggung lebih dari 75 juta polis di Asia Tenggara.

Co-Founder dan Board Member Igloo, Wei Zhu, mengungkapkan, “Saya sangat senang bisa melihat Igloo tumbuh dengan begitu cepat dan terus memperoleh dukungan dari investor-investor yang kuat. Dengan pengetahuan yang luas di berbagai industri serta pengalaman kepemimpinan, Raunak akan memainkan peran penting seiring pertumbuhan Igloo. Saya yakin kami memiliki posisi yang kuat untuk menjadi insurtech regional terdepan di bawah kepemimpinan Raunak. Sangat senang dapat terus terlibat dalam pertumbuhan dan evolusi Igloo di dalam dewan perusahaan,” kata Wei.

Igloo berada di posisi yang tepat untuk mengambil peluang besar dari perkembangan ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai 360 miliar dolar AS pada 2025, menurut laporan Bain, Google dan e-conomy Temasek. Pertumbuhan ekonomi digital juga telah mendorong kebutuhan akan produk asuransi digital seperti asuransi cyber risk dan asuransi e-wallet, yang telah membuka peluang senilai 10 miliar dolar AS bagi pemain digital dan perusahaan asuransi.

Co-Founder dan Chief Executive Officer, Raunak Mehta, mengungkapkan, “Igloo telah mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi di tahun 2021, di mana kami mendorong strategi market entry yang agresif dibantu oleh fundamental perusahaan yang kuat berdasarkan pada manusia dan teknologi. Sebagai satu-satunya insurtech dengan produk dan mitra yang beragam, Igloo akan melanjutkan jalur pertumbuhan agresifnya untuk masa mendatang, melihat cara organik maupun non-organik untuk mendorong visi “Insurance for All”. Dengan dukungan berkelanjutan dari investor kami, kami memiliki posisi yang baik untuk memperluas operasi kami di negara-negara seperti Vietnam, Filipina, dan Malaysia, serta memberikan penawaran yang dilokalisasi untuk setiap pasar Asia Tenggara.” tutur Raunak.

Meluncurkan Solusi Teknologi yang Ditenagai AI, Ignite by Igloo

Igloo baru saja meluncurkan aplikasi terbarunya yaitu, Ignite by Igloo, guna mempersingkat perjalanan penjualan asuransi untuk agen dan perantara langsung. Platform yang berbasis artificial intelligence (AI), Ignite by Igloo bertujuan untuk meningkatkan produktivitas penjualan dengan menciptakan proses penjualan yang lebih lancar dan efisien. Ignite menawarkan solusi online yang dapat diakses yang menyatukan beberapa produk asuransi pada satu platform, serta mendukung agen meningkatkan keterlibatan pelanggan dan mengelola produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Perantara penjualan langsung lintas sektor yang ingin menawarkan solusi perlindungan kepada pelanggan mereka juga akan mendapatkan manfaat dari platform tersebut.

Igloo Menutup Putaran Seri B Senilai 19 Juta Dolar AS

Bersamaan dengan penunjukkan ini, Igloo juga telah sukses menggalang dana 19 juta dolar AS dari pendanaan Seri B yang dipimpin oleh Cathay Innovation, perusahaan modal ventura global, dengan partisipasi dari investor sebelumnya, termasuk Openspace. Pendanaan tersebut membuat total pendanaan Igloo mencapai lebih dari 36 juta dolar AS.

Executive Director Openspace dan Board Member Igloo, Ian Sikora, mengungkapkan, “Pandemi COVID-19 adalah momen penting bagi seluruh industri insurtech karena pandemi ini semakin menekankan perlunya membawa asuransi ke publik yang lebih luas. Di bawah kepemimpinan Raunak, Igloo merespon dengan kreatifitas dan kecepatan, dan sekarang telah menguasai pangsa pasar regional. Kami telah menjadi mitra aktif sejak tahun 2018 dan sangat senang melihat tim bekerja sama dan menemukan peluang di tengah kesulitan.” ungkap Ian.

Director Cathay Innovation di Asia Tenggara dan Board Member Igloo, Rajive Keshup, mengungkapkan, “Di Cathay kami sangat percaya pada akses dan inklusi keuangan untuk Asia Tenggara dan misi Igloo adalah misi yang sangat selaras dengan kami dari sisi manapun. Kami merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan ini, menyaksikan Raunak dan timnya membangun kekuatan, berkembang secara regional dengan kecepatan yang sangat tinggi di tengah pandemi COVID-19. Kami sangat bersemangat menantikan apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh tim di Igloo,” kata Rajive.

Dengan pendanaan Seri B, Igloo berencana untuk mendorong inovasi produk yang menempatkan dirinya sebagai salah satu perusahaan asuransi terkemuka. Igloo akan terus memperkuat kemampuan full-stack yang dimiliki, bersama dengan inovasi analisa risiko yang dinamis dan alat penilaian klaim bertenaga AI.

Sejalan dengan visi Igloo ‘Asuransi untuk Semua’, pengembangan produk dan fokus distribusi Igloo akan lebih menargetkan segmen pelanggan berpenghasilan menengah hingga bawah yang kurang diasuransikan di Asia Tenggara. Igloo membangun kemampuan teknologi yang terukur dan dapat dioperasikan untuk ditawarkan kepada mitra asuransi Igloo melalui platform terbuka. Selain inovasi teknologi, penggunaan dana juga akan fokus pada akuisisi aset perantara yang membawa sinergi kepada model bisnis Igloo.