Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Duh, Ternyata 90,4 Persen Taksi Berbasis Aplikasi Belum Berizin

MAJALAH ICT – Jakarta. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa 90,4% taksi berbasis aplikasi belum memiliki izin. Perbandingannya, 14.290 kendaraan taksi online belum memiliki izin, sementara yang sudah mempunyai izin baru 1.532 unit lainnya atau 9,6%. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto Iskandar.

Menurut Pudji, data yang disampaikannya dihimpun dari tiga perusahaan aplikasi berbasis online, yaitu PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab Car), PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek), dan Uber per awal November 2016. Aturan terkait taksi online itu tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan 32/2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Beleid tersebut berlaku mulai 1 Oktober 2016. Namun, seiring masih banyaknya kendaraan yang belum memenuhi ketentuan, maka pemerintah memperpanjang masa sosialisasi hingga 1 April 2017.

Ditambahkannya, pihaknya sejauh ini sudah memberikan rekomendasi untuk melakukan proses uji kir terhadap 9.584 kendaraan taksi online serta 1.598 unit yang belum diberikan rekomendasi di Jakarta. Dari jumlah itu, 6.491 unit kendaraan sudah dilakukan pengujian dan 4.302 kendaraan belum diproses uji kir. Pudji menambahkan, terdapat 6.125 unit taksi online yang sudah lulus uji kir di Jakarta.

"Kami mendorong agar kendaraan-kendaraan yang belum memiliki izin tersebut agar segera memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam peraturan menteri perhubungan. Kami akan lakukan pengecekan terkait data itu dan bila memang benar kami inventarisir apa saja permasalahan mereka," ujarnya. 

Pudji menegaskan, yang belum dapat izin, diinstruksikan untuk tidak beroperasi lebih dulu. "kami instruksikan untuk stand by dulu. Saya mohon ini semua disosialisasikan dengan baik," pungkasnya.