Search
Minggu 18 Januari 2026
  • :
  • :

E-Pass Tol Gagal dan Mahal, Terbitlah T-Pass Cuma Rp. 200 Ribu

MAJALAH ICT – Jakarta. PT Jasa Marga Tbk dan PTTelekomunikasi Indonesia Tbk bekerja sama mengimplementasikan sistem T-Pass untuk pengguna jalan tol. Dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan hari ini (3/10/2014) secara resmi meluncurkan sistem baru untuk pembayaran jalan tol tersebut.

Sistem E-Toll Pass baru tersebut diberi nama On Board Unit (OBU) Single Pieces. Sistem baru itu rencananya akan menggantikan produk OBU sebelumnya yang dinilai gagal. Produk E-Toll Pass generasi terbaru ini merupakan produk sinergi BUMN, antara PT Telkom Tbk dan PT Jasa Marga Tbk. "Ini baru uji coba. Itu sinergi kita dengan Telkom. Teknologi ini baru diterapkan di tol kita," kata Head of Corporate Communications Jasa Marga, Wasta Gunadi seusai ujicoba sistem tol baru di Jakarta.

Teknologi OBU Single Pieces yang di terapkan dalam sistem e-toll pass baru tersebut merupakan teknolgi yang familiar dan telah diterapkan di beberapa negara seperti Swedia, Italia, Singapura, Inggris, Norwegia dan Australia. Pada sistem OBU lama, katanya, kendaraan harus melambatkan lajunya hingga 20 km/jam agar OBU yang terpasang di kendaraan bisa terbaca sensor di pintu tol. Namun dengan teknologi baru ini, kendaraan tidak perlu melambatkan lajunya, bahkan lama waktu transaksi bisa di bawah 1 detik. Sistem OBU Single Piece ini bisa dipakai untuk beberapa bank (single propose multibanking) sedangkan OBU yang lama hanya bergantung pada satu bank (single banking).

Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman mengatakan, perseroan akan memasarkan perangkat on board unit (OBU) untuk T-Pass senilai Rp.200 ribu. Nilai produk itu lebih rendah dibandingkan alat pada Mandiri E-toll Pass yang ditawarkan seharga Rp.650 ribu. Ditargetkan, penjualan OBU untuk T-Pass mencapai 10 ribu di akhir tahun. Menurutnya, Jasa Marga akan memasang program T-Pass pada 10 titik pintu tol di akhir 2014.