Search
Selasa 23 Juli 2024
  • :
  • :

Facebook dan Instagram Menjadi Pilihan Produk Rokok Elektrik dalam Menjaring Anak Muda di Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. Indonesia, negara dengan 170 juta pengguna internet, merupakan populasi online terbesar ke empat di dunia. Untuk pertama kalinya, sebuah penelitian tentang pemasaran rokok elektrik di Indonesia dilakukan. Laporan penelitian yang dilakukan oleh Vital Strategies, sebuah organisasi kesehatan masyarakat global, bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkap fakta bahwa iklan dan promosi rokok elektrik penuh tipuan dan trik untuk menghindari regulasi nasional merajalela di berbagai platform media sosial.

“Rokok elektrik dipasarkan secara eksplisit sebagai produk yang diasosiasikan dengan gaya hidup baru anak muda yang keren, bahkan dikatakan lebih aman dari rokok padahal jelas-jelas berbahaya,” kata Tulus Abadi, Ketua Harian YLKI. “Hal ini tentu bertentangan dengan Undang-undang no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa konsumen berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur. Laporan ‘Vape Tricks di Indonesia’ diluncurkan dalam suasana peringatan Hari Hak Konsumen Sedunia sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi terkait pemasaran rokok elektrik terutama yang dilakukan secara online untuk melindungi konsumen, terutama anak muda.”

“Dalam laporan ini termuat fakta bahwa Instagram dan Facebook adalah platform favorit untuk pemasaran rokok elektrik di Indonesia,” jelas Enrico Aditjondro, Associate Director Vital Strategies untuk wilayah Asia Tenggara. “Laporan ini merupakan hasil pantauan Vital Strategies terhadap pemasaran online Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM) yang telah mengidentifikasi peningkatan tren pemasaran tembakau secara daring di Indonesia, India dan Meksiko.”

Generasi muda menghabiskan banyak waktu di media sosial, dan di sana mereka dibombardir oleh pesan pemasaran rokok elektrik. Berdasarkan laporan “Vape Tricks di Indonesia” diketahui lebih dari dua pertiga pesan pemasaran rokok di sosial media berasal dari produk rokok elektrik (68%). Instagram menjadi platform yang paling banyak digunakan untuk pemasaran rokok elektrik (58%) dengan konten yang dirancang untuk mengarahkan konsumen muda potensial ke portal toko daring.

Dari hasil analisis data TERM selama periode 13 Agustus hingga 15 Desember 2021 dalam laporan ini, dapat dilihat bahwa kebijakan mandiri perusahaan teknologi Meta untuk melarang pemasaran produk nikotin di platform Facebook dan Instagram sama sekali tidak berhasil. Masih banyak yang perlu dilakukan untuk memastikan media sosial tidak menjadi gerbang utama yang mengantarkan anak muda ke dalam jeratan rokok, penyakit, dan kematian.

Selain itu hasil pemantauan juga menunjukkan enam dari tujuh merk rokok elektrik yang dipasarkan lewat media sosial adalah produk impor. Perusahaan rokok elektrik tersebut menggambarkan produk mereka sebagai alat penunjang gaya hidup dengan pesan-pesan yang berpotensi menipu, termasuk; mencitrakan produk sebagai alat canggih yang harus dimiliki (60%), mencitrakan produk sebagai alat hiburan (13% unggahan); mencitrakan produk sebagai produk glamor/mewah (8%), dan mengunggah video yang berisi instruksi pemakaian produk (8%).

Sebagai salah satu negara dengan konsumsi rokok tertinggi di dunia, di mana lebih dari dua pertiga pria dewasa dan 19% anak muda dengan rentang usia 13-15 tahun mengkonsumsi rokok serta lemahnya regulasi, membuat Indonesia menjadi pasar empuk bagi industri rokok elektrik, yang pangsanya naik secara pasti sejak tahun 2015.

Vape dan rokok elektrik masuk dalam kategori Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) dan digolongkan sebagai alat yang dioperasikan secara elektronik atau dengan tenaga baterai untuk memanaskan cairan berisi nikotin. World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan RI, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nasional, telah menyatakan bahwa rokok elektrik berbahaya bagi kesehatan.

Laporan “Vape Tricks di Indonesia” dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan melalui Tobacco Enforcement and Reporting Movement (TERM), sistem pemantauan media digital yang digunakan untuk memantau pemasaran tembakau secara daring melalui analisis sistematis terhadap berita dan artikel daring, unggahan, dan percakapan di media sosial. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.termcommunity.com dan ikuti unggahan di Instagram, Facebook dan Twitter dengan tagar #OnlineTanpaRotrik.