Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

Fathanah Ternyata Terlibat Penipuan Penjualan Voucher Telkomsel

MAJALAH ICT – Jakarta. Pengacara Farhat Abbas membuka lembaran kelam Ahmad Fathanah atau Olong Achmad Fadeli Luran. Dijelaskan Farhat, fathanah pernah di penjara sampai tiga tahun karena kasus kerja sama penjualan pulsa Telkomsel. "Kasus ini terjadi pada 2005. Fathanah dipenjara sampai tiga tahun, kalau Luthfi Hasan Ishaaq lolos. Fathanah dilaporkan karena terkait kerjasama antara Telkomsel yang memberikan jatah pulsa kepada PKS sebesar Rp. 5 Miliar," jelas Farhat.

Dari penelusuran yang melibatkan Fathanah dengan Telkomsel, didapati bahwa kasus ini terkait pembelian pulsa Simpati Telkomsel, yang melibatkan PT Atlas Jaringan Satu dimana Fathanah menjadi Direktur Utama dan Luthfi Hasan Ishaq menjadi Komisarisnya, dengan PT Osami Multimedia, dengan Amalya Murad sebagai Direktur Utama.

Dalam fakta persidangan di 2005 terungkap, kedua perusahaan bekerja sama dalam bisnis jual-beli voucher. Ceritanya, Amalya menginvestasikan Rp 5,4 milyar kepada Fathanah yang akan menyediakan voucher total sebanyak 100 ribu lembar. Transaksi ini dilakukan secara bertahap, baik dalam penyediaan voucher maupun dananya. Mei 2004, transaksi tahap pertama berjalan dengan nilai Rp 180 juta, namun kemudian mulai timbul masalah. Dimana kemudian, terjadi tunggakan sebesar Rp. 7,130 miliar. Tunggakan terjadi karena jumlah voucher tidak sesuai dengan nilai uang yang disetor.

Kasus ini pun dilimpahkan ke polisi dengan tudingan penipuan dan penggelapan. Sampai kemudian masuk ke pengadilan. PT Atlas sendiri disebut-sebut didirikan untuk menjadi partner lokal untuk memberikan layanan Boroadband dari sebuah perusahaan Malaysia.