Search
Kamis 13 Juni 2024
  • :
  • :

Festival CanDoRi TIK 2016 Jadi Ajang Berkolaborasi Pemberdayaan Informatika

MAJALAH ICT – Jakarta. Kegiatan Festival CanDoRI TIK 2016 yang berlangsung tanggal 16-17 September 2016 ini merupakan program tahunan Direktorat Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, untuk memfasilitasi para pegiat relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan para stakeholder lainnya untuk saling berkolaborasi, bekerjasama, dan bersinergi dalam pemberdayaan informatika di masyarakat.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Said Hasibuan, Ketua Relawan TIK, Ketua Pelaksana Festival Candori 2016, Kepala Dinas Kominfo DI Yogyakarta, Pemda DI Yogyakarta, SKPD, yang bersama-sama dengan kami melaksanakan kegiatan Festival Candori 2016 supaya berjalan dengan baik” ucap Septiana Tangkary selaku Direktur Pemberdayaan Informatika dalam sambutan pembukaan Festival CanDoRI TIK 2016 di Bantul, Yogyakarta, Jumat (16/9).

Festival Candori TIK 2016 ini merupakan yang ke-5, tahun 2015 dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat, Manado tahun 2014 dan Surabaya tahun 2013. Yogyakarta adalah kota dengan rasa gotong royong yang sangat tinggi, di mana seluruh masyarakat berkumpul di sini untuk mencari ilmu, karena Yogyakarta merupakan kota pelajar. Festival Candori 2016 ini mengambil tema “Hamemayu Hayuning Bawana TIK, yang berarti Mengayomi Keselamatan Dunia TIK.  Tujuan penyelenggaraan acara ini adalah untuk membangun masyarakat cerdas Indonesia, menginspirasi dan mendorong masyarakat agar memaksimalkan pemanfaatan TIK dalam kegiatan sosial, dan ekonominya, selain memperoleh informasi tentang perkembangan dunia TIK, demikian ujar Septiana Tangkary.

Menurut Septiana Tangkary, Festival CanDoRI TIK 2016 ini juga mengadakan ajang silaturahim yang dikemas dalam bentuk pameran kemajuan TIK daerah, pameran perangkat TIK, workshop, seminar, dan hal lain yang akan membuka wawasan kita para penggiat TIK untuk masyarakat luas.

Pemanfaatan TIK secara umum digunakan untuk mendukung kegiatan akademis, bisnis, media, dan pemerintahan. Namun dalam perkembangannya, pemanfaatan informatika di sektor kemasyarakat justru menunjukkan peningkatan yang sangat tajam, kata Septiana Tangkari lebih lanjut.

Menteri Kominfo, Rudiantara yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Kominfo Bidang Teknologi, Woro Indah Widiastuti mengatakan, penyelenggaraan Festival TIK 2016 ini dapat lebih memerdekakan masyarakat untuk lebih melek teknologi, khususnya informatika dan komunikasi, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka, baik dari sisi ekonomi, sosial, atau sendi kehidupan lainnya. Dalam tatanan TIK khususnya telekomunikasi di Indonesia harus membutuhkan infrastruktur, tanpa infrastruktur kita tidak dapat menjalankam internet.

Kalau kita bicara telekomunikasi dan infrastruktur, pemerintah sebagai pembuat kebijakan tentunya yang berpihak kepada rakyat dan pebisnis. Di masyarakat yang dibutuhkan adalah bisa punya akses di manapun dengan kemudahan srta ada infrastruktur yang baik. Tugas pemerintah bekerjasama dengan pebisnis bergandengan tangan menyiapkan infrastruktur yang bagus supaya bisa dinikmati oleh masyarakat.

Sementara Gubernur Prov. DI Yogyakarta, yang diwakili Wakil Gubernur, Sri Paduka Paku Alam X, menyambut baik atas acara Festival Candori TIK 2016 ini dan berharap festival ini mampu mengembangkan minat masyarakat untuk mengetahui perkembangan dunia TIK, serta tercapainya tujuan yang diharapkan. Di Yogyakarta ini, pengguna internet sudah mencapai 15%. Jika dibandingkan dengan rata-rata pengguna internet di provinsi lain yang sebesar 5%, angka pengguna internet di Yogyakarta bisa dibilang cukup besar. Hal ini karena Yogyakarta merupakan kota pelajar, jadi banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan TIK.

Festival Candori 2016 ini disponsori oleh Kominfo, Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kantor Staf Kepresidenan, Pemda Yogyakarta, Dinas Kominfo Yogyakarta, INCAKAP, API, Relawan TIK, Yogya Medianet, Telkom, Telkomsel, qwords.com, Bank Mandiri, Yogya ICT Forum, APJII.