Search
Kamis 24 September 2020
  • :
  • :

First Media Caplok Internux?

MAJALAH ICT – Jakarta. Selain XL Axiata yang telah menandatangani conditional sales purchase agreement untuk merger dengan AXIS telekom Indonesia, PT First Media dikabarkan juga tengah mendekati PT Internux. Kabar Fisrt Media mencaplok Internux merebak dan masih menjadi teka-teki bagaimana hubungan keduanya yang memiliki izin broadband wireless access (BWA) untuk menyelenggarakan layanan data di frekuensi 2,3 GHz. 

Menjawab kabar yang beredar, First Media menegaskan bahwa benar perseroan menjalin kerja sama dengan Internux. Kerja sama ini, seperti disampaikan Direktur Utama First Media Ali Chendra, adalah untuk mengembangkan jaringan tetap lokal dan jasa akses internet.

"Aliansi strategis ini tertuang dalam ‘Strategic Alliance Agreement" (SAA) pada 23 Oktober 2013 yang mengatur kolaborasi di antara pihak dalam kerangka penyediaan jasa akses internet kepada masyarakat maupun pelanggan. Sebagai bagian dari pelaksanaan kerjasama itu berdasarkan SAA dalam kerangka penyedian jasa akses internet, kami dan Internux juga menandatangani beberapa kesepakatan," jelas Ali.

Dijelaskan Ali, bentuka kerja samanya adalah seperti Network Support Agreement (NSA) yang mengatur dukungan jaringan tetap lokal milik perseroan yang dilakukan Internux, Asset Lease Agreement (ALA) mengatur tentang pemberian sewa dan pengalihan beberapa peralatan untuk jaringan wireless dari perseroan kepada Internux.

"Pelaksanaan transaksi seperti diatur dalam SAA dan NSA merupakan kegiatan usaha utama perseroan yang telah dijalankan selama ini oleh perseroan sehingga bukan merupakan transaksi material," katanya.

Internux merupakan pemenang lelang BWA 2,3 GHz untuk Zone 4. First Media juga memangkan Zone 4 dan Zone 1. Kerja sama First Media dan Internux diprediksi dalam rangka menguasai Zone 4 yang ‘gemuk’ dimana meliputi Banten dan Jabotabek. Pemerintah memberi sinyal bahwa akhir tahun ini penyelenggara BWA aau WiMAX bisa migrasi ke LTE. Hingga saat ini belum ada informasi apakah Internux sudah melakukan komersial layanan atau belum.

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *