Search
Selasa 16 Juli 2024
  • :
  • :

Follower Twitter SBY, Agnes Monica dan Sherina Banyak yang Palsu

MAJALAH ICT – Jakarta. Perkembangan teknologi internet dengan web 2.0 dimana penggunalah yang mengkreasikan konten membuat jejaring sosial termasuk situs microblogging seperti Twitter ramai dikunjungi dan banyak dimanfaatkan. Tokoh-tokoh politik, termasuk Presiden, rajin menggunakan Twitter untuk menyampaikan pesan pada rakyat dan konstituennya.Begitu juga dengan para selebritis yang selain juga berkomunikasi dengan penggemarnya juga bisa mempromosikan apakah itu album lagu yang sedang digarap, sinetron yang sedang dilakoni, termasuk bisa juga jualan produk-produk sponsor.

Di Indonesia yang cukup mendapat banyak pengikut (follower) di Twitter diantaranya adalah artis Agnes Monica, Sherina Munaf, sementara dari tokoh politik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi salah satu yang terdepan dalam hal follower di Twitter.

Hingga saat ini, tercatat, Agnes memiliki lebih dari 8 juta followers, sementara Sherina Munaf memiliki 6 juta pengikut lebih. Sedangkan Presiden SBY mempunyai pengikut hampir 2,8 juta.

Namun, dari catatan statuspeople.com pengikut atau follower itu tidak semuanya asli, tapi banyak juga yang palsu dan tak sedikit pula yang tak aktif. Untuk Agnes Monica di akun @Agnezmo, pengikut palsunya mencapai 48% yang artinya hampir mencapai 4 juta adalah akun palsu atau akun yang dibuat untuk seolah-olah ada namun sehari-hari tidak digunakan untuk berkicau. Sementara yang aktif hanya 19% saja. Dan yang tidak aktif mencapai 33%.

Untuk Sherina, akun follower palsunya mencapai 47%, dan yang tidak aktif mencapai 34%. Artinya, hanya 19% saja yang benar-benar mem-follow akun @sherinamunaf.

Sementara SBY, untuk akun aktif cukup tinggi, mencapai 35%. Sementara yang palsu mencapai 29% dan yang tidak aktif lebih banyak lagi mencapai 36%.

Meski validasi perhitungan dari statuspeople.com masih bisa diperdebatkan, namun dengan kondisi ini mungkin memang jangan terlalu berbahagia dan berbangga dulu jika mempunyai followers yang sangat banyak bahkan hingga jutaan, karena bisa saja follower-followernya palsu. Apalagi, saat ini, dengan mudahnya, seseorang dengan biasa yang tidak terlalu mahal tiba-tiba mendapat sejumlah follower baru, hanya dengan membeli pengikutnya. 

""

""

""