Search
Jumat 19 April 2024
  • :
  • :

Foxconn akan Bangun Pabrik di Indonesia, 3 Karyawan Bunuh Diri

MAJALAH ICT – Jakarta. Menteri Perdagangan Gita Wiryawan dan Menteri Perindustrian MS Hidayat menyatakan bahwa Foxconn jadi akan memproduksi telepon seluler (ponsel) di Indonesia. Namun, berita duka dari pabrik Foxconn sendiri. Menurut laporan dari China Labor Watch, telah ada tiga karyawan meninggal dunia dari pabrik yang memproduksi perangkat seperti iPhone tersebut.

Meninggalnya tidak orang di pabrik Foxconn cukup tragis karena terjadi tiga kali dalam 3 minggu terakhir. Dan sebab musabab mereka meninggalkan adalah akibat bunuh diri. Ditengarai, kejadian ini akibat dari situasi kerja yang tidak mengenakkan bagi karyawan dimana karyawan tidak boleh berbicara selagi mereka bekerja. Jika mereka berbicara selagi bekerja, maka ancaman hukumannya adalah pemecatan. 

Sementara itu, rencana Foxconn di Indonesia saat ini, menurut Hidayat, mereka sedang mencari partner lokal. "Mereka tahun ini berkomitmen untuk bangun. Cuma partnernya siapa, berapa besar kapasitasnya, dan lain-lain saya tidak bisa sebutkan," ujar Hidayat. Mengenai informasi detil mengenai itu, katanya, Foxconn akan mengadakan konferensi pers tersendiri. 

Ditambahkan Hidayat, Foxconn memang belum memberikan informasi rinci mengenai tenaga kerja yang akan diserap, lokasi, dan mitra lokal yang akan digandeng Foxconn nantinya. Menurutnya, Foxconn akan membeberkan semua informasi tersebut tahun ini, sebelum memulai produksi. Kata Hidayat, Foxconn sedang berkoordinasi dengan mitra lokalnya tersebut."Mereka sekarang sedang berunding sama mitranya," tandas mantan Ketua Umum Kadin ini. tutur Hidayat.

Seperti diketahui, setelah didera kabar ketidakpastian mengenai rencana Foxconn bangun pabrik di Indonesia menyusul pernyataan Foxconn Technology (Hon Hai Precision) sebagaimana disampaikan  Pimpinan Foxconn, Terry Gou, dimana Foxconn akan memfokuskan investasinya di rumahnya sendiri, Taiwan, kabar gembira disampaikan Menteri Perdagangan Gita Wiryawan. 

Menurut Gita kepada wartawan, diakui bahwa sempat berniat batal untuk membangun pabrik di Indonesia. Namun, niat itu kemudian dibatalkan. Saat ini mereka sudah menandatangani kerja sama dengan mitra lokal. "Tahun ini akan mulai berpoduksi," tandas Gita. Bahkan Gita yakin, bahwa Foxconn pasti akan berinvestasi dan membangun pabrik untuk meproduksi ponsel di sini. 

Sebelum ada pernyataan dari Gita, Pimpinan Foxconn, Terry Gou, menyebutkan rencana tersebut ke sejumlah media lokal bahwa mereka akan membangun fasilitas di New Taipei, Taichiung dan Kaohsiung. Selama ini Foxconn lebih banyak memproduksi barang-barang elektronik dari Cina. Dari pernyataan itu, gelagat Foxconn ini, membuat harapan Indonesia untuk memperoleh investasi miliaran dollar dan pembukaan lahan pekerjaan masif di sektor ini nampaknya semakin menipis, kalau boleh bahkan disebut bisa gagal.

Sebab sebelumnya, menurut rencana, seperti disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat di 2012 lalu, pembangunan Pabrik Foxconn untuk memproduksi Ponsel, Ipad maupun tablet, dimulai 2012 ini. Saat itu, Hidayat mengatakan Foxconn akan membangun pabriknya secara bertahap di atas lahan 500 hektare.

"Kalau semua sudah siap tahun ini maka pembangunan akan dimulai secara bertahap. Saat ini mereka masih dalam tahap feasibility studies," jelasnya. Gegerlah industri telekomunikasi Indonesia. Pasalnya, RIM yang diharapkan bangun pabrik BlackBerry di Indonesia malah memilih Malaysia menjadi lokasinya.

Namun setahun sudah berlalu. Rencana produksi telepon pintar yang diharapkan mulai hadir Juli ini nampaknya tidak akan terwujud. Mengapa?

Ternyata, Foxconn masih menunda investasi di Indonesia, dan itu dibenarnya Hidayat. "Foxconn memang masih menunda, baik masalah pajak (tax), belum tercapainya kesepakatan dengan partner dan soal lahan," kata Hidayat.

Dijelaskan Hidayat, Foxconn menginginkan ada fasilitas khusus seperti pajak bea masuk dan beberapa aturan yang belum bisa disepakati antara kedua belah pihak. Terkait Foxconn ini belum sepakat dengan partner lokal untuk bisa kerjasama. Begitu juga dengan lahan.

Namun, masih ada kabar baiknya. "Komitmennya mereka hanya menunda 3-6 bulan ke depan," katanya. Artinya, paling lambat pertengahan tahun ini Foxconn akan mulai bangun pabrik. 

Akankah investasi yang mencapai angka 10 miliar dollar AS ini terwujud? Kita lihat saja.