Search
Selasa 25 Juni 2024
  • :
  • :

Gadget dan Media Sosial Berperan Sebar Paham Radikal Terorisme ke Kalangan Anak-Anak

MAJALAH ICT – Jakarta. Penyebaran paham radikal dan terorisme ke kalangan anak-anak tidak lepas dari keberadaan gadget dan media sosial yang kini berkembang pesat di masyarakat. Demikian dikatakan Komisioner Bidang Cybercrime dan Pornografi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti di Jakarta

Menurut Maria, dalam kondisi kekinian, anak memang sulit dijauhkan dari gadget. “Pada dasarnya anak yang terlahir setelah tahun 2000 merupakan era digital native. Mereka lahir pada zaman digital. Tapi gadget memang memiliki dampak negatif bagi tumbuh kembang anak, meski memang ada dampak positifnya,” tutur Maria.

Untuk itu, terang Maria, solusinya adalah mengatur interaksi anak dengan gadget. Anak juga harus diarahkan menggunakan gadget secara positif. Selain itu, juga harus diberikan pemahaman gadget dapat membantu anak belajar, berinteraksi positif dengan teman-teman di media sosial, serta bisa mencari informasi.

Namun, gadget juga berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik dan bisa mengakibatkan anak kecanduan dan berperilaku kasar serta egois. Anak-anak juga harus diberitahu bahwa gadget juga digunakan pelaku kejahatan untuk merayu dan memengaruhi, baik kejahatan konvensional maupun kejahatan terorisme. “Ajarkan anak untuk selalu melaporkan apabila merasa terganggu atau tidak nyaman dengan orang yang dikenal di internet,” tegas Maria.

Selain gadget, ungkap Maria, orang tua juga harus aktif mendampingi anak saat berinteraksi dengan buku bacaan. Misalnya, buku pelajaran. Pasalnya, beberapa kali terbukti buku pelajaran anak-anak usia dini yang di dalamnya terdapat konten-konten negatif. KPAI mendorong pemerintah untuk mewujudkan aturan tentang perbukuan demi menjamin informasi yang sesuai dengan tumbuh kembang anak.