Search
Selasa 21 Mei 2024
  • :
  • :

Gara-gara Tifatul Mundur, Palapa Ring Dipastikan Mangkrak

MAJALAH ICt – Jakarta. Masih ingat proyek Palapa Ring? Proyek yang direncanakan menghubungkan semua ibu kota Kabupaten/Kota dengan serat optik ini memang digagas sudah lama. Direncanakan, pemerintah akan ikutan mendanai Papala Ring dari dana USO yang masih menyisakan trilunan rupiah. Dan di era Menkominfo Tifatul Sembiring ini, Palapa Ring diharapkan bisa menghubungkan segmen utama Manado-Maluku-Papua. Namun apa daya, Tifatul mundur, maka proyek ini dipastikan sulit diwujudkan dalam waktu tersisa Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini.

Menurut Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Kallamullah Ramli, pihaknya tidak bisa menggelar tender tersebut tahun ini karena terlalu riskan untuk menggelar proyek strategis dalam sisa waktu yang ada. "Menteri memang sudah dilarang untuk mengeluarkan kebijakan strategis dalam sisa waktu ini," terang Kalamullah.

Dijelaskan Ketua BRTI ini, selain itu, pemerintah masih mempersiapkan spesifikasi teknis untuk tender tersebut Rencananya, tender ini nantinya akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah tender pembangunan, sedangkan tender kedua adalah tender pengoperasian. "Tender pembangunan untuk mencari pemenang pembangunan serat optik sepanjang 8.395 KM, sedangkan tender kedua untuk menentukan operator pasca terselesaikannya serat optik tersebut," jelasnya. Dengan demikian, rencana dimulainya Palapa Ring yang digadang-gadang sebagai proyek pemersatu jaringan nusantara ini dapat dieksekusi pada Juni-Juli 2014, dan akan selesai pada 2016, mangkrak.

Sebelumnya, Tifatul sendiri meyakini bahwa tender Palapa Ring akan dapat digelar di 2014 ini. Apalagi pemerintah sendiri telah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika untuk mengubah kebijakan Palapa Ring sebagai tulang punggung implementasi broadband di Indonesia. Dalam Keputusan terbaru No. 267 tahun 2013 mengenai lokasi Palapa Ring yang baru, pembangunan Palapa Ring yang dibiaya pemerintah dari uang berasal dari PNBP USO operator tidak hanya menghubungkan Manado-Maluku-Papua saja, tapi juga melingkupi beberapa kabupaten di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTT dan Papua.

Perubahan ini tentu saja terkait dengan pendapatan PNBP USO yang cukup besar per tahunnya karena berasal dari 1,25% pendapat kotor operator. Pendapatan operator sendiri tentunya berasal dari pengguna telekomunikasi di Indonesia. 

""Berdasar KepDirjen tertanggal 9 Juli 2013 yang menetapkan peta pembangunan serat optik Palapa Ring, tercatat bahwa proyek ini akan diimplementasikan di 51 Ibu Kota Kabupaten/Kota. Ini artinya hanya sekitar 10% yang perlu dibangun dari sekitar total 508 Kabupaten/Kota yang ada di Indonesia. Selebihnya merupakan jaringan eksisting yang sudah dibangun para operator telekomunikasi di Indonesia.

Pembangunan Palapa Ring ini pemerintah sangat diuntungkan. Selain begitu banyak jaringan eksisting yang sudah dibangun operator, dana pembangunan Palapa Ring ini pun bukan murni dari kocek pemerintah, seperti berasal dari operator juga. 

Dari 51 kabupaten/kota, yang cukup banyak dibangun adalah wilayah Papua sebanyak 24 Kabupaten. Sementara Papua Barat 6 Kabupaten, Sumatera 7 Kabupaten/Kota, Kalimantan 2 Kabupaten, Sulawesi dan Mauluku Utara sebanyak 7 Kabupaten dan NTT serta Maluku sebanyak 5 Kabupaten.