Search
Selasa 16 April 2024
  • :
  • :

Gerakan #Unfollow SBY Belum Berdampak Signifikan

MAJALAH ICT – Jakarta. Ada-ada saja gerakan para pengicau Indonesia di Twitter, jika sebelumnya ramai garis waktu (timeline) dipenuhi ajakan meng-uninstall Path pasca masuknya Bakrie Global Groups berinvestasi di perusahaan sosial tersebut, kini hadir gerakan #unfollow akun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY sendiri sejak April 2013 lalu memang telah aktif bergabung di Twitter melalui akun @SBYudhoyono.

""Gerakan ini nampaknya muncul karena Presiden SBY dinilai kerap melakukan pencitraan saja terhadap berbagai persoalan bangsa. Seperti dalam kasus Sinabung sebagaimana dikutip dari TVOne dimana SBY baru akan ke sana minggu depan. Seperti ditulis seorang pengicau Voerman5. @akipagi_tvone alasan jubir presiden ‘belum perlu…..’ #unfollow SBY. Biasaa,.. President Citra yang lelet bentar lagi juga habis…..," tulisnya.

Pengguna Twitter lain, juga menulis yang hampir senada dan tulisannya diikuti dengan #unfollow. "#Unfollow Sby jgn bisanya mengkritik orang,langsung aja bantuin orang yg kena bencana,emang gampang apa jadi pimpinan negara," kicau @annisultistyani. Sedang Jhoey17 menulis," #Sinabung,Derita tanpa Ujung #keep pray for 3sinabung,,, STOP #wisata bencana, #PenCITRAAN 3unfollow SBY !!!"

Namun begitu, dari pantauan Majalah ICT, gerakan ini belum berdampak siginifikan terhadap jumlah pengikut akun @SBYudhoyono. Akun ini masih memiliki pengguna yang cukup besar mencapai 4.379.888. Dan menurut statistik, akun SBY naik sekitar 6 ribuan pengikuti per harinya. Adapun Tweet yang ditulis menapai 4 kicauan rata-rata dalam sehari.