Search
Minggu 15 Desember 2019
  • :
  • :

GO-PAY dan DMI Dorong Digitalisasi Ratusan Ribu Masjid di Seluruh Indonesia

MAJALAH ICT – Jakarta. GO-PAY dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), hari ini, mengumumkan kerja sama strategis mendorong digitalisasi masjid di Indonesia. Kerja sama diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman saat acara Milad DMI di Jakarta.

Melalui kerja sama ini, GO-PAY akan memperkenalkan inovasi donasi digital berupa kode QR kepada ratusan ribu masjid di seluruh Indonesia yang berada di bawah naungan DMI. Bagi GO-PAY, upaya ini merupakan bagian dari konsistensinya menyebarluaskan manfaat dan kemudahan donasi digital kepada masyarakat luas yang sebelumnya telah diwujudkan melalui inisiatif GO-PAY for GOOD. Acara penandatanganan Nota Kesepahaman ini disaksikan Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla.

CEO GO-PAY, Aldi Haryopratomo mengatakan, “Sebagai perusahan fintek, kami merasa bangga dan terhormat bisa bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia yang memiliki komitmen untuk memudahkan masyarakat dalam beribadah, termasuk dalam berdonasi. Selama lebih dari satu tahun ini, kami terus konsisten dalam menghadirkan manfaat dan mengembangkan potensi donasi digital melalui program GO-PAY for GOOD. Kami berharap dengan terjalinnya kerja sama ini, semakin banyak masyarakat yang berdonasi, dan pengurus masjid juga dimudahkan dengan pengumpulan donasi yang aman dan transparan.” Dalam jangka panjang, Aldi menambahkan bahwa donasi digital memiliki potensi untuk turut membantu membangun Indonesia yang lebih sejahtera secara merata.

Inovasi donasi digital di masjid mulai diperkenalkan GO-PAY sejak Mei 2018. Saat ini, donasi digital dengan kode QR GO-PAY telah dimanfaatkan oleh lebih dari 300 masjid dan yayasan nirlaba termasuk Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Siti Djirzanah Yogyakarta, dan Masjid Baiturrahman Aceh.

Antusiasme masyarakat terhadap donasi digital di masjid juga ditunjukkan dengan beberapa masjid yang memberikan kode QR masjidnya kepada para jamaah melalui aplikasi pengiriman pesan dan media sosial masjid tersebut.

Potensi donasi digital di Indonesia sendiri cukup tinggi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada tahun 2018 mencatat bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 232 triliun yang belum termasuk potensi infak dan sedekah. Rata-rata masjid yang menerima donasi digital lewat QR mengalami kenaikan dua kali lipat sejak menjadi rekan donasi GO-PAY FOR GOOD. Selain itu, sejak Juli 2018 hingga Juni 2019, pemanfaatan donasi digital menggunakan GO-PAY mengalami peningkatan sebesar 400 kali lipat.

Wakil Presiden Republik Indonesia dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, H. Muhammad Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan bahwa tugas dan tujuan DMI adalah untuk meningkatkan ibadah dengan meningkatkan fasilitas, organisasi, dan pelaksanaan masjid menjadi lebih baik, salah satunya melalui kemudahan dalam berdonasi. “Hari ini, kita tandatangani (kerja sama) dengan GO-PAY sebagai bagian dari GOJEK. Kenapa kita bekerja sama dengan GO-PAY, karena nantinya uang tunai di kantong kita akan berkurang dan semua transaksi mulai dari makanan dan sebagainya akan menggunakan handphone, sehingga menyumbang (ke masjid) pun akan semaking gampang,” ujar Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla pun beterima kasih kepada GOJEK atas kemampuan aplikasinya dalam membangun sistem. “Masjid ada di mana-mana, dan GOJEK juga ada di mana-mana. Jadi hal ini bisa menghubungkan masjid dengan UKM. Nanti, jemaah yang bikin usaha bisa dibantu dengan jalur-jalur pemasaran GOJEK,” ungkap Jusuf Kalla.

Pada kesempatan yang sama, DMI juga menandatangani Nota Kesepahaman dengan lima bank syariah, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BTN, dan BRI Syariah guna menyediakan layanan perbankan syariah di ekosistem masjid.

Senior VP Public Policy and Government Relations GOJEK, Panji Ruky mengatakan, “Sebagai super app karya anak bangsa, misi GOJEK adalah memberikan dampak sosial dan juga kemudahan kepada masyarakat luas – donasi digital salah satunya. Kami percaya bahwa dengan ekosistem yang inklusif, dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat pun akan semakin besar. GOJEK sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan kami yakin bahwa kolaborasi ini akan memudahkan masyarakat, baik pengguna aplikasi GOJEK maupun pengurus masjid.”

Panji juga menambahkan bahwa selain digitalisasi masjid, kolaborasi ini juga dapat mendukung semangat DMI untuk mengembangkan ekonomi berbasis masjid. “Dengan jumlah masjid di Indonesia yang sangat besar, ekonomi berbasis masjid memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan. Sebagai perusahaan teknologi, kami pun melihat bahwa potensi tersebut bisa semakin dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Panji.

“Kami berharap bahwa melalui kolaborasi antara GO-PAY dan DMI ini, kami dapat membantu memaksimalkan potensi digitalisasi masjid serta menjadi jembatan bagi masyarakat untuk saling membantu satu sama lain,” tutup Aldi.

 

Loading...




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *