Search
Kamis 23 Mei 2024
  • :
  • :

Google Mengaku Tidak Ijinkan Kampanye Hitam di Iklannya

MAJALAH ICT – Jakarta. Google dituding harus bertangung jawab atas iklan-iklan yang menyudutkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu dalam kontestasi Pilpres di Indonesia. Namun begitu, Google megaku tidak pernah mengijinkan iklan politik muncul di Google Adwords.

Menurut penjelasan resmi Google, Google AdWords tidak mengizinkan iklan tentang kandidat atau partai politik. Jika iklan tersebut melanggar ketentuan, maka Google tak segan-segan akan menghapusnya. Kebijakan Google mengenai iklan-iklan politik ini juga dituangkan lewat situs resmi perusahaan. "Google merupakan platform yang netral secara politik. Seperti yang telah disebutkan dalam kebijakan kami, kami tidak mengizinkan iklan politik di Indonesia," kata Google.

Dalam kebijakan iklan AdWords yang dipajang di situs Google, tertulis bahwa pengiklan yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi mulai dari iklan ditolak, penonaktifan domain hingga penangguhan akun.

Dalam pantauan Majalah ICT, beragam kampanye hitam dilancarkan pasangan calon melalui iklan di Google. Iklan ini muncul kalau kita mencari topik tertentu tentang kondisi politik di Indonesia. Disayangkan, penjelasan remsi Google dilakukan saat Pilpres sudah tinggal pencoblosan saja, padahal iklan ini muncul jauh sebelum Pilpres 9 Juli dilakukan dan menjadi media menyerang kandidat lawan.