MAJALAH ICT – Jakarta. Google menawarkan untuk menghapus jejak di dunia maya di era digital ini. Dan di hari penawarannya di Uni Eropa, menurut AFP, telah ada 12 ribuan permintaan agar dilupakan dari dunia digital.
Penawaran untuk menghapus jejak rekam digital ditawarkan Google melalui formulir online agar diisi pengguna agar ketika seseorang mencari namanya di laman Google menjadi tidak ada sama sekali. Tidak dijelaskan alasan mengapa orang-orang tersebut meminta namanya dihilangkan sama sekali dari pencarian di situs mesin pencari terbesar di dunia ini.
Namun begitu, sesungguhnya pemberian fasilitas untuk menghapus jejak rekam digital oleh Google merupakan hasil putusan pengadilan Eropa yang digelar Mei ini dimana mewajibkan Google agar mengikuti aturan ketika seseorang warga negara Spanyol meminta namanya dihapus dari mesin pencari Google. Kemudian Google menjanjikan akan membuat formulir yang dapat digunakan oleh warga negara Eropa lainnya yang tergabung dalam Uni Eropa jika meminta permintaan yang sama, menghapus segala sesuatu tentang diri orang tersebut dari mesin pencari Google.
Menurut Google, tiap permintaan akan dilihat lebih dulu apakah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pengadilan di Uni Eropa atau tidak sebelum menerima atau menolak pemrintaan yang diajukan seseorang. Ketika sesuai, maka search engine akan tidak menampilkan ornag tersebut jika dilakukan pencarian atas nama orang tersebut dimana link akan dihilangkan.
Dengan demikian, Google pun harus menyediakan SDM baru untuk memonitor dan mengevaluasi permintaan. Walauapun baru 12 ribuan, namun diperkirakan aturan ini akan juga dimanfaatkan oleh banyak orang lain di wilayah berbeda di dunia ini, dan tentunya akan berdampak secara jangka panjang bagi Google.

















