Search
Kamis 15 Januari 2026
  • :
  • :

Hacker Anonymous Nyatakan Perang terhadap Polisi dan Pemerintah Hong Kong

MAJALAH ICT – Jakarta. Hacker Anonymous telah menyatakan perang terhadap aparatur negara yang mengatur Hong Kong jika polisi terus melecehkan orang-orang yang memprotes untuk demokrasi di kawasan. Situs yang dikelola oleh negara di wilayah semi-otonom tersebut kini berada di bawah ancaman dari serangan hacking, demikian dikatakan Anonymous dalam sebuah pesan video.

Berbicara atas nama tentara rahasia online, video menyatakan: "Waktunya telah tiba untuk demokrasi bagi warga Hong Kong." Video dikirim ke portal berita. Para hacker kemudian mengancam untuk men-deface dan mengambil setiap aset berbasis web pemerintah Anda off line.

Video Anonymous hadir sebagai sikap terhadap puluhan ribu demonstran yang menyerukan reformasi politik. Partai Komunis yang berkuasa telah mendukung kepala eksekutif Hong Kong, yang ditunjuk oleh Beijing, dan yang kelanjutan dalam peran telah menjadi titik ledakan pertentangan.

Seberapa akurat informasi yang disampaikan hacker Anonymous memang belum jelas. Namun sekelompok hacker secara teratur menyatakan perang. Dalam pesan video kepada otoritas Hong Kong, Anonymous menegaskan bahwa mereka memperhatikan langkah pemerintah secara seksama, dan menyatakan akan mengeluarkan satu peringatan.

Sebuah suara narator berat menyamar itu menyanyikan: "Untuk para pengunjuk rasa di Hong Kong, kami telah mendengar permohonan untuk memberi bantuan dan Anda tidak sendirian dalam perjuangan ini anggota Anonymous di seluruh dunia berdiri dengan Anda, dan akan membantu dalam perjuangan Anda untuk demokrasi."

"Jika Anda terus menyalahgunakan, melecehkan atau mengganggu para pemrotes, kami akan terus deface dan mengambil setiap aset berbasis web offline pemerintah Anda. Ini adalah pertama dan hanya peringatan. Waktunya telah tiba untuk Demokrasi bagi warga Hong Kong."